Panpel Arema, Abdul Haris, Minta Maaf atas Tragedi di Kanjuruhan
·waktu baca 2 menit

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema, Abdul Haris, buka suara soal tragedi di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Kejadian yang menewaskan 131 jiwa itu terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 2022/23 pada 1 Oktober lalu.
Dalam konferensi pers yang berlangsung Jumat (7/10), Haris menyampaikan permintaan maafnya. Tak cuma itu, Haris juga menyesal tak bisa menyelamatkan ratusan nyawa yang melayang saat tragedi di Kanjuruhan.
"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa menangani tragedi itu. Saya minta maaf kepada seluruh keluarga korban, karena tidak bisa menyelamatkan semuanya," ucap Haris kepada wartawan di Kantor Arema FC, Malang, Jumat (7/10).
Haris juga mengatakan sudah menyiapkan segalanya jelang laga Arema vs Persebaya. Termasuk dengan sistem keamanan dan kesehatan yang ada di stadion.
"Proses pertandingan sudah saya lengkapi. Surat izin keamanan, kesehatan, semua kami lengkapi. Pertandingan berjalan aman, ada 250 steward untuk penempatan pengamanan," ucap Haris lagi.
Pada kesempatan yang sama, Haris juga bercerita menyoal kejadian yang ada di Stadion Kanjuruhan. Di momen itu, Haris sudah meminta penanganan perdana kepada korban yang sudah berjatuhan di lapangan.
"Di dalam lapangan sudah ada keributan, Aremania mau men-support tim kesayangan masuk ke lapangan dan ada penembakan gas air mata. Saya minta bantuan agar segera dikirim ambulans sebanyak-banyaknya," tutur Haris.
Karena kelalaiannya, Haris dihukum oleh Komdis PSSI tak boleh berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup. Selain itu, Haris juga ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian karena tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton di stadion.
Reporter: Farusma Okta Verdian
