Pelan tapi Pasti, Matthijs de Ligt Memberi Bukti

Pindah ke Italia dengan nilai transfer 75 juta euro nyatanya tak membuat Matthijs de Ligt disambut dengan bulan madu. Justru, awal karier De Ligt bersama Juventus diwarnai sejumlah turbulensi dalam wujud blunder dan handball.
Ya, tidak seindah yang dibayangkan, memang. Pada laga melawan Napoli, De Ligt melakukan dua kesalahan yang berujung gol ke gawang Wojciech Szczesny. Setelah itu, handball demi handball membuat De Ligt jadi kambing hitam atas buruknya catatan clean sheet Juventus.
Sebenarnya, penampilan De Ligt tak bisa dibilang jelek. Kalau kita berbicara dari sudut pandang statistik, tidak ada yang salah dari pemain Belanda itu. Rata-rata aksi defensifnya, menurut WhoScored, mencapai angka 5,8 per pertandingan.
Jika dirinci, mayoritas aksi defensif yang dilakukan De Ligt hadir dalam bentuk sapuan (4,3). Sementara, tekel (0,9) dan intersepnya (0,6) tidak menonjol. Ini terjadi karena Juventus memang lebih banyak menguasai bola sehingga tidak harus sering-sering merebutnya.
Dengan kata lain, tanpa kesalahan dan handball tadi, De Ligt sebenarnya bisa dibilang tidak buruk. Ditambah lagi, di Juventus saat ini De Ligt tidak bermain di posisi naturalnya di sisi kanan. Dia juga masih muda dan harus menggalang pertahanan bersama pemain-pemain berbahasa asing.
Perlahan tapi pasti, penampilan De Ligt semakin membaik. Dia pun menyadari hal itu. Dalam wawancara dengan NOS Voetbal, De Ligt merasa sudah tampil bagus dalam dua laga terakhir menghadapi Torino dan Milan.
"Kritikan yang kuterima hanya sebentar. Aku bermain bagus saat menghadapi Milan dan mencetak gol kemenangan ke gawang Torino pada laga derbi. Itu adalah momen yang indah dan aku merasa bahagia," ujar De Ligt.
Dua kemenangan tersebut memastikan Juventus masuk ke jeda internasional sebagai Capolista. Mereka untuk sementara unggul satu angka atas Internazionale yang duduk di urutan kedua.
Bicara soal Inter, di situ ada sosok yang dianggap De Ligt sebagai teman. Dia adalah Stefan de Vrij. De Ligt mengaku bahwa dia dan De Vrij kerapkali bertemu saat di Italia.
"Kami menjalani pertarungan sengit dengan Inter, tetapi bagiku De Vrij adalah teman. Aku sering menghabiskan waktu bersamanya karena perjalanan ke Milan hanya satu jam dari Turin menggunakan mobil. Aku senang ada orang di dekatku yang bisa diajak berbahasa Belanda," tuturnya.
De Ligt dan De Vrij saat ini berada di kamp latihan Timnas Belanda. Kemenangan atas Irlandia Utara, Minggu (17/11/2019) dini hari WIB, bakal mengantarkan mereka ke putaran final Piala Eropa 2020 mendatang.
