Pelatih Arema FC Buka Suara soal Larangan Main di Kandang pada Sisa Musim Liga 1
·waktu baca 2 menit

Arema FC mendapat sanksi larangan main di kandang pada sisa musim Liga 1 2022/23. Hukuman tersebut didapat ‘Singo Edan’ menyusul tragedi mengenaskan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10) lalu.
Pelatih Arema, Javier Roca, menanggapi sanksi yang dialami klubnya. Juru taktik asal Chile tersebut menerima dengan lapang dada sanksi yang diberikan oleh PSSI.
Kami ikhlaskan saja. Kalau memang itu yang kami harus jalani, ya kami jalani. Yang penting yang pertama fokus kami untuk datang ke rumah duka," kata Javier Roca kepada wartawan di Stadion Kanjuruhan, Senin (3/10).
Tragedi di Stadion Kanjuruhan menewaskan 125 orang. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pasca laga antara Arema FC kontra Persebaya yang berkesudahan 3-2 untuk ‘Bajul Ijo’.
Peristiwa terjadi berawal dari oknum suporter yang menyerbu ke dalam lapangan selepas pertandingan usai. Kemudian, pihak keamanan mencoba untuk menertibkan kericuhan tersebut. Salah satu penanganannya menggunakan tembakan gas air mata, dan menyasar ke tribune. Alhasil terjadi kepanikan di tribune penonton yang berujung korban berjatuhan, termasuk korban meninggal dunia.
Atas tragedi di Kanjuruhan, PSSI menghentikan kompetisi Liga 1 hingga waktu yang tidak ditentukan. PSSI juga memberikan hukuman kepada Arema FC berupa larangan memainkan laga kandang di sisa musim ini.
"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," ucap Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan, dikutip situs resmi PSSI.
Adapun pada Senin (3/10), skuad Arema FC menggelar aksi tabur bunga dan doa bersama di Stadion Kanjuruhan. Aksi tersebut diikuti oleh pemain, ofisial, termasuk Javier Roca selaku pelatih. Mereka mengenakkan kaus serba hitam.
