Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Pelatih PSIS Sebut Timnya Minim Persiapan Jelang Lawan Persija
4 Maret 2025 15:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Augius, menyebut timnya tak memiliki persiapan maksimal jelang menyambut laga Persija. Ia tak berharap banyak dengan hasil pertandingan nanti. Bahkan Dirinya cukup pesimis bisa raih poin penuh di kandang Persija.
ADVERTISEMENT
Adapun PSIS dijadwalkan melakoni partai tandang melawan Persija dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (4/3) malam WIB.
Gilbert akui bahwa timnya datang sambut laga tandang kontra Persija dengan persiapan yang tak maksimal. Ditambah, PSIS juga raih hasil minor pada empat laga terakhirnya, di mana mereka belum sekali pun raih kemenangan.
“Itu bisa lebih baik lagi. Saya tidak senang dengan persiapan untuk pertandingan ini. Pada pekan-pekan selanjutnya, semestinya bisa lebih baik lagi,” ujar Pelatih PSIS Gilbert Augius dikutip Antara.
Gilbert cukup pesimis bisa membawa anak-anak PSIS untuk mencuri poin penuh pada laga tandang melawan Persija. Sebab selain PSIS datang dengan persiapan minim, Persija juga dinilai adalah salah tim tangguh di Liga 1.
ADVERTISEMENT
"Persija selalu sulit dikalahkan, maka jika kami tidak bersiap dengan baik, maka itu akan semakin menyulitkan kami. Pekan ini atau pekan lalu, kami tidak menjalani persiapan terbaik sebelum datang kemari, maka itu akan menjadi pertandingan yang sulit,” tutupnya.
Adapun laga nanti akan digelar tanpa penonton. Sebab Persija kini berada dalam sanksi hukuman imbas kericuhan yang terjadi saat gelar laga kandang melawan Persib beberapa waktu lalu.
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%