Kumparan Logo

Pemain Naturalisasi Malaysia Kecewa Hukuman FIFA: Siapa di Balik Semua Ini?

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Malaysia Dion Cools berebut bola dengan pemain Timnas Vietnam Nguyen Van Vi pada pertandingan Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/6/2025). Foto: Mohd Rasfan/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Malaysia Dion Cools berebut bola dengan pemain Timnas Vietnam Nguyen Van Vi pada pertandingan Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/6/2025). Foto: Mohd Rasfan/AFP

Pemain naturalisasi Malaysia, Liridon Krasniqi, kecewa dengan hukuman dari FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi teranyar. FAM dituntut membayar denda besar hingga para pemain yang dimaksud mendapat hukuman larangan bermain.

Krasniqi menyebut sanksi yang diberikan FIFA tidaklah adil. Menurutnya, FAM sudah sangat transparan dalam mengurus proses naturalisasi pemain-pemainnya.

“Sebagai seseorang yang pernah mengenakan jersey Malaysia dengan penuh kebanggaan dan mendedikasikan diri untuk negara ini, saya tidak bisa berdiam diri saat ini,” ucap Krasniqi dikutip Sinar Harian.

“Hukuman FIFA bukan hanya tidak adil, tetapi juga dianggap sebagai bentuk tidak menghormati Malaysia, para pemain, para pendukung, serta kerja keras bertahun-tahun yang dijalankan secara transparan sesuai dengan setiap aturan,” tambahnya.

Krasniqi menambahkan semua pihak sudah bekerja dengan keras dalam proses naturalisasi. Pemain kelahiran Albania itu menuduh ada pihak lain yang terlibat dalam sanksi ini.

Pemain Timnas Malaysia Rodrigo Holgado mencetak gol ke gawang Timnas Vietnam pada pertandingan Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/6/2025). Foto: Mohd Rasfan/AFP

“Malaysia telah melakukan segalanya dengan benar. Setiap dokumen, setiap prosedur, setiap langkah dijalankan dengan kerja sama pemerintah, FAM, dan FIFA sendiri. Semua pemain ini sudah disetujui. Mengapa kini tiba-tiba keputusannya berubah? Siapa yang berada di balik semua ini?” ucap Krasniqi.

“Ini bukan lagi sekadar soal administrasi. Ini menyangkut martabat, integritas, dan harga diri sebuah negara yang sedang bangkit dan kini ada pihak yang takut dengan kebangkitan Harimau Malaya,” tutupnya.