Kumparan Logo

Pemain Real Madrid Harusnya Dikartu Merah saat Lawan Sevilla? Cek Aturannya

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wasit memberikan kartu kuning kepada pemain Real Madrid Eduardo Camavinga pada pertandingan lanjutan Liga Spanyol di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Seville, Spanyol. Foto: Marcelo Del Pozo/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Wasit memberikan kartu kuning kepada pemain Real Madrid Eduardo Camavinga pada pertandingan lanjutan Liga Spanyol di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Seville, Spanyol. Foto: Marcelo Del Pozo/REUTERS

Real Madrid menekuk Sevilla dengan skor 3-2 dalam laga pekan ke-32 Liga Spanyol 2021/22 di Stadion Sanchez Pizjuan, Senin (18/4) dini hari WIB. Ada kontroversi di laga ini, Eduardo Camavinga dinilai mestinya layak dikartu merah.

Real Madrid tampak loyo di babak pertama. Sevilla membukukan dua gol lebih dulu, pertama oleh Ivan Rakitic di menit 21 dan kedua oleh Erik Lamela di menit 25.

Situasi Madrid mestinya kian buruk di babak pertama. Camavinga adalah alasannya. Ia membuat pelanggaran keras terhadap Jesus Corona di menit 31 dan wasit mengganjarnya dengan kartu kuning.

Nah, Camavinga dinilai sejumlah pihak layak menerima kartu kuning kedua. Sebab, beberapa menit kemudian, ia menjatuhkan Anthony Martial yang memimpin serangan balik Sevilla. Namun, gelandang Prancis itu lolos dari hukuman. Madrid tetap main ber-11 dan ia diganti di babak kedua.

X post embed
Gelandang Prancis milik Real Madrid, Eduardo Camavinga. Foto: Franck Fife / AFP

Laws of the Game 2021/22 yang dirilis IFAB mengatur soal kartu kuning dan kartu merah pada Bab 'Foul and Misconduct'. Kartu kuning berlaku jika situasinya:

  • Melakukan pelanggaran yang mengganggu atau menghentikan serangan yang menjanjikan lawan, kecuali jika wasit memberikan tendangan penalti untuk pelanggaran yang merupakan upaya untuk memainkan bola.

  • Menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas dari lawan dengan pelanggaran yang merupakan upaya untuk memainkan bola dan wasit memberikan tendangan penalti.

Kalau untuk pelanggaran yang layak kartu merah langsung, penjelasannya sebagai berikut:

  • Menghalangi gol atau peluang mencetak gol yang jelas dari pemain lawan yang gerakan keseluruhannya mengarah ke gawang tim dari pemain yang melanggar, dengan pelanggaran yang dapat dihukum dengan tendangan bebas.

  • Dijelaskan pula bahwa jika pemain memegang, menarik, mendorong lawan, atau usaha lain yang tidak ada kemungkinan untuk memainkan bola; pemain yang melanggar harus dikeluarkan dari lapangan alias diganjar kartu merah.

Pemain Sevilla Anthony Martial. Foto: Miguel Morenatti/AP PHOTO

Pertanyaannya, apakah serangan Sevilla via Anthony Martial itu menjanjikan? Posisi Martial masih ada di dekat garis tengah lapangan saat dilanggar Eduardo Camavinga.

Pun, masih ada David Alaba yang menang langkah dari Martial. Eder Militao juga ikut mengejar Martial. Boleh jadi, ini bukan serangan menjanjikan, karena pertimbangan titik terjadinya pelanggaran dan jumlah pemain Madrid di sekitar Martial. Camavinga bisa bebas dari kartu karena pertimbangan ini.

Namun, Camavinga sebenarnya bisa diganjar kartu karena alasan lain. Ia bisa dikartu merah karena alasan serious foul play (pelanggaran serius).

Apa yang dimaksud dengan pelanggaran serius? Dalam Laws of the Game, itu adalah tekel atau aksi yang membahayakan keselamatan lawan atau menggunakan kekuatan atau kebrutalan yang berlebihan.

Setiap pemain yang menerjang lawan dalam memperebutkan bola dari depan, dari samping, atau dari belakang dengan menggunakan satu atau kedua kaki, dengan kekuatan berlebihan atau membahayakan keselamatan lawan, dinyatakan melakukan pelanggaran serius.

Dalam kasus ini, sebelum dilanggar, Martial sudah mulai melakukan sprint dan hendak membawa bola ke depan. Camavinga kalah langkah lalu menekelnya dari belakang, Martial langsung tersungkur dan bahkan butuh perawatan medis setelahnya. Camavinga sebenarnya bisa saja diganjar kartu lagi.

Namun, jika wasit merasa itu bukan pelanggaran serius karena pertimbangan lain, keputusannya tak bisa diganggu gugat. Dalam Laws of the Game, wasit diberi hak penuh memutuskan segala hal di lapangan dan sifatnya adalah mutlak.