Kumparan Logo

Perseteruan Xhaka dan Suporter Arsenal Meruncing di Laga versus Palace

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapten Arsenal, Granit Xhaka, dicemooh suporter timnya sendiri.  Foto:  REUTERS/David Klein
zoom-in-whitePerbesar
Kapten Arsenal, Granit Xhaka, dicemooh suporter timnya sendiri. Foto: REUTERS/David Klein

Kapten Arsenal, Granit Xhaka, cekcok dengan suporter timnya sendiri pada laga Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (27/10/2019) malam WIB. Kejadian ini tentunya mengundang tanggapan yang terpolarisasi dari banyak orang.

Cekcok ini terjadi ketika Xhaka, yang memang sudah sering dikritik pendukung tim sendiri, digantikan oleh penyerang sayap muda, Bukayo Saka, pada menit ke-61. Suporter Arsenal yang hadir di Emirates Stadium—markas Arsenal sekaligus tempat laga ini berlangsung—langsung bersorak sorai gembira melihat papan pergantian pemain.

Namun, Xhaka tak menerima dengan baik ‘sambutan’ tersebut. Ia tampak kesal, lalu melempar ban kaptennya ke lapangan. Gelandang asal Swiss itu lalu berjalan pelan, padahal Arsenal harus segera membobol gawang Palace karena keunggulan dua gol mereka terbuang begitu saja.

Dari situ, sorakan suporter berubah menjadi cemoohan. Xhaka, yang memang terkenal vokal dan keras, membalas cemoohan itu dengan kata-kata makian. Ia menampik jabat tangan Unai Emery, melepas seragamnya, lalu langsung masuk ke ruang ganti.

embed from external kumparan

Pemandangan itu tentu saja tak membantu pemain-pemain ‘Meriam London’ yang ada di lapangan. Mereka gagal meraih tiga poin, kendati keputusan Video Assistant Referee (VAR) untuk menganulir gol Sokratis Papastathopoulos cukup mengundang pertanyaan.

Tentu saja, ada reaksi yang berbeda menyoal cekcok ini. Jurnalis The Mirror, John Cross, menyatakan via akun Twitter pribadinya bahwa tak seharusnya suporter mencemooh pemain dari timnya sendiri. Cross juga tak heran dengan reaksi Xhaka yang seperti itu.

Dukungan untuk Xhaka juga datang dari rekan setimnya. Per laporan Amy Lawrence di The Athletic, penggawa-penggawa Arsenal berkunjung ke rumah Xhaka untuk menghibur kapten mereka tak berapa lama setelah pertandingan usai.

Sementara, ketika perseteruan ini berlangsung, gelandang bertahan Arsenal, Lucas Torreira, terlihat terpukul dan meneteskan air mata. Momen ini tertangkap oleh fotografer Arsenal, Stuart MacFarlane.

embed from external kumparan

Menariknya, Emery menegaskan bahwa ini adalah murni kesalahan Xhaka. Sang pelatih menegaskan bahwa ia akan menyelesaikan masalah ini secara tertutup.

“Xhaka salah. Kami akan tetap tenang dan membicarakan ini secara tertutup. Namun, ia jelas tak boleh melakukan itu. Kami bisa bermain karena dukungan suporter. Kami bekerja untuk mereka, dan harus menghargai mereka baik ketika mereka menyelamati maupun mengkritik kami,” kata Emery, dikutip dari Sky Sports.

Hal yang sama juga dinyatakan oleh legenda Arsenal, Ian Wright. Eks penyerang Timnas Inggris itu menegaskan bahwa apa yang dilakukan Xhaka bukanlah tindakan seorang kapten. Wright juga meminta Xhaka untuk segera meminta maaf.

“Xhaka seharusnya minta maaf. Ini tak bisa dilupakan begitu saja, karena ia adalah kapten, dan itu bukan aksi seorang kapten. Suporter Arsenal telah menunjukkan kesabaran yang begitu tinggi terhadapnya dan penampilannya. Ia berhutang banyak kepada para suporter,” kata Wright kepada BBC.

Kapten Arsenal, Granit Xhaka, dicemooh suporter timnya sendiri. Foto: REUTERS/David Klein

Xhaka memang telah lama menjadi pemain yang memecah opini suporter Arsenal. Banyak yang menilai bahwa eks penggawa Borussia Moenchengladbach itu sebagai pemimpin yang baik. Sementara, lebih banyak lagi yang menyatakan bahwa kualitas permainan Xhaka tak membuatnya layak menjadi kapten.

Sampai saat ini, belum ada keputusan yang dikeluarkan oleh Xhaka, Emery, maupun petinggi Arsenal menyoal permasalahan ini.