Persija Dihukum Penalti karena Marco Motta Handball, Tepatkah? Cek Aturannya
ยทwaktu baca 2 menit

Borneo FC mengalahkan Persija dalam laga pekan 14 Liga 1 2021/22 di Stadion dr. H. Moch. Soebroto, Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin (29/11) malam WIB. Laga ini diwarnai penalti kontroversial yang melibatkan Marco Motta.
Skor akhir laga ini 2-1. Gol Borneo FC dicetak oleh Francisco Filho Torres (48') via titik penalti dan Wawan Febrianto (90+2'). Gol Persija dicetak oleh Marko Simic (20).
Awalnya pada menit 47, Torres melepas tendangan bebas, Yann Motta menyundul bola di kotak penalti Persija saat coba mengamankan bola, lalu bola malah kena tangan Marco (handball). Wasit menunjuk titik putih, Torres yang menjadi eksekutor sukses melakukan tugasnya.
"Soal penalti, menurut saya, itu tidak penalti. Namun, membicarakannya lagi tidak berguna, kami harus memikirkan cara memenangi laga berikutnya," kata Marco saat konferensi pers virtual usai laga, Senin (29/11) malam WIB.
Pertanyaannya, apakah Marco Motta memang layak dihukum karena bola mengenai tangan? Menurut Laws of the Game edisi 2021/22 yang dikeluarkan IFAB, tidak semua handball dianggap pelanggaran. Handball adalah pelanggaran jika seorang pemain:
Dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan/lengan, termasuk menggerakkan tangan/lengan ke arah bola.
Menyentuh bola dengan tangan/lengan, sehingga membuat tubuh mereka lebih besar secara tidak wajar. Pemain dianggap membuat tubuhnya lebih besar secara tak wajar saat posisi tangan/lengannya bukan merupakan konsekuensi dari, atau dapat dibenarkan oleh, gerakan tubuh pemain untuk situasi tertentu. Dengan menempatkan tangan/lengannya dalam posisi seperti itu, pemain mengambil risiko tangan/lengannya terkena bola dan dihukum.
Mencetak gol ke gawang lawan: Langsung dari tangan/lengan mereka, meskipun tidak disengaja, termasuk oleh kiper; juga segera setelah bola menyentuh tangan/lengan mereka, meskipun tidak disengaja.
Marco Motta tampak tidak melakukan gerakan mengangkat tangannya ketika bola mengenai tangannya. Dalam kasus ini, bek Italia itu bisa disebut bahwa ia menyentuh bola dengan tangan tanpa membuat tubuhnya lebih besar secara tidak wajar.
Terlebih, posisi Yann Motta saat menyundul bola dengan keras itu terbilang cukup dekat dengan Marco. Jadi, Marco bisa diasumsikan tak punya waktu yang cukup untuk menghindar.
Cuplikan insiden bisa dicek di sini.
