Kumparan Logo

Persija Melawan Kutukan Juara Bertahan

kumparanBOLAverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi pendukung Persija Jakarta merayakan gelar juara Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, minggu, (09/12/18). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pendukung Persija Jakarta merayakan gelar juara Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, minggu, (09/12/18). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Dahaga The Jakmania menunggu gelar juara bagi Persija Jakarta akhirnya tertuntaskan. Setelah menunggu 17 tahun lamanya, 'Macan Kemayoran' kembali mengangkat piala di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (9/12/2018) lalu.

Persija meraih gelar juara pertamanya usai Liga Indonesia dilebur bernama Divisi Utama pada 2001 silam. Sebelumnya, Persija tercatat meraih sembilan trofi kala kompetisi Tanah Air masih bernama Perserikatan. Sementara, ini adalah kali perdana bagi klub asal Ibu Kota itu menjadi jawara semenjak Indonesia Super League (ISL) yang mengusung format satu wilayah.

Keberhasilan Persija menjadi jawara tentu saja akan meningkatkan 'nilai' mereka pada musim depan. Seluruh tim di Liga 1 sudah pasti bakal mewaspadai Persija plus mengincarnya untuk bisa dikalahkan.

Pemain Persija Jakarta berselebrasi usai keluar sebagai juara Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Persija Jakarta berselebrasi usai keluar sebagai juara Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Pepatah mengatakan mempertahankan lebih sulit ketimbang meraih. Dalam sepak bola Indonesia, pepatah itu terbukti jitu. Mengapa?

Karena sejak 1994 saat Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu dengan nama Divisi Utama, tak ada satu pun tim yang berhasil mempertahankan gelar juaranya.

Pada Divisi Utama 1994, Persib Bandung tercatat sebagai jawara usai mengandaskan PSM Ujungpandang dengan skor 2-0 pada partai final. Musim berikutnya, giliran klub sekota Persib, Bandung Raya, yang menjadi juara.

SIlih berganti juara kompetisi setiap musimnya terus terjadi bahkan hingga 24 tahun lamanya. Menariknya, dari rangkaian juara tersebut, satu tim tercatat berhasil menjadi jawara Divisi Utama tetapi malah terdegradasi pada musim berikutnya yakni PSIS Semarang.

PSIS pernah merasakan manisnya gelar juara pada Divisi Utama 1998-1999 usai mengandaskan Persebaya Surabaya di partai puncak. Akan tetapi, kejayaan 'Mahesa Jenar' lenyap begitu saja manakala memasuki musim baru. Hanya semusim berikutnya, PSIS harus terlempar ke Divisi I alias terdegradasi.

Pemain Bhayangkara FC rayakan gol. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/18.)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Bhayangkara FC rayakan gol. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/18.)

Ya, tak ada yang tahu pasti faktor di balik itu semua. Ambil contoh terbaru ialah Bhayangkara FC. Menjadi juara di Liga 1 2017, Bhayangkara FC sempat terseok-seok sebelum akhirnya mengakhiri kompetisi pada posisi ketiga klasemen sekaligus gagal mempertahankan gelar juara.

Menilik fakta tersebut, tantangan berat akan dihadapi Persija pada musim mendatang, baik secara teknis maupun non teknis. Persiapan tim dengan pemilihan pemain diyakini akan menjadi kunci bagi Persija menatap Liga 1 2019. Apalagi, mereka juga kemungkinan akan bertarung di AFC Cup.

Lantas, mampukah Persija mematahkan kutukan juara bertahan? Menarik dinantikan.

Fakta membuktikan bahwa tak ada satu pun tim yang mampu mempertahankan gelar juara di kompetisi level tertinggi Indonesia sejak 1994. (Foto: Putri Sarah Arifia/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Fakta membuktikan bahwa tak ada satu pun tim yang mampu mempertahankan gelar juara di kompetisi level tertinggi Indonesia sejak 1994. (Foto: Putri Sarah Arifia/kumparan)