Persija Mulai 'Singkirkan' Marko Simic?
ยทwaktu baca 2 menit

Marko Simic perlahan mulai kehilangan menit bermain bersama Persija Jakarta di musim ini. Posisinya mulai tergantikan pemain lain yang lebih 'segar'.
Sejak merekrut Simic di awal musim 2018, Persija amat bertumpu kepada Simic. Hampir seluruh bola dari sisi sayap maupun tengah dialirkan ke Simic dengan harapan sang striker bisa menuntaskannya dengan baik.
Pola permainan seperti ini memang berhasil di musim pertama. Persija merengkuh gelar juara Liga 1 2018 dan Simic mencetak 18 gol. Selain Liga 1, Persija dan Simic juga memenangi dua turnamen pramusim pada 2018: Piala Presiden dan Boost Superfix Cup di Malaysia.
Di musim keduanya, Simic bak 'menggendong' Persija. Pada Liga 1 2019, Persija terseok-seok di papan bawah sebelum akhirnya finis di urutan ke-10. Di musim tersebut, Simic benar-benar menjadi mesin gol Persija dengan menorehkan 28 gol.
Eks striker Timnas Kroasia U-21 itu pun pada akhirnya keluar sebagai top skor kompetisi.
Di musim ini, Persija kembali terjebak dalam masa-masa sulit. Simic memang sudah mencetak 14 gol, namun ia tak mampu membawa Persija ikut bersaing di jalur juara.
Posisi Simic belakangan juga mulai tersingkirkan. Dalam 13 pertandingan terakhir, Simic hanya dua kali dipercaya tampil penuh sepanjang 90 menit.
Simic rata-rata mulai ditarik keluar memasuki menit 60 ke atas. Persija cukup sering memainkan striker muda seperti Taufik Hidayat yang lebih bugar.
Pergantian Simic tampaknya dilakukan bukan karena ingin mengistirahatkan sang pemain. Sebab, Persija sering menarik keluar Simic di babak kedua saat dalam situasi tertinggal atau sedang mengejar gol.
Terkini, di laga kontra Barito Putera Rabu (23/2) kemarin, Simic malah tak masuk dalam daftar starting line up. Ia baru dimasukkan di babak kedua dan cuma bermain 22 menit. Laga itu berakhir dengan skor imbang 1-1.
Lantas, apakah Persija mulai tak butuh Marko Simic?
Asisten pelatih Persija, Ferdiansyah, menyatakan keputusan untuk mencadangkan Simic sepenuhnya merupakan bagian dari strategi.
"Itu bagian dari rotasi karena jadwal padat sehingga kami butuh pemain yang bugar. Masih banyak pertandingan yang harus kami hadapi, ini untuk kebaikan bersama," ujar Ferdiansyah dalam konferensi pers usai melawan Barito Putera.
