Piala Indonesia: 3.500 Personel Keamanan Kawal Laga PSM vs Persija

Sebanyak 3.500 personel keamanan dikerahkan pada leg II final Piala Indonesia antara PSM Makassar dan Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalata, Minggu (28/7/2019). Tak cuma itu. Water cannon, raimas, hingga kendaraan rantis juga disertakan.
Wakapolda Sulawesi Selatan, Brigjen. Pol. Adnas, mengatakan banyaknya amunisi yang diturunkan merupakan salah satu bentuk pengamanan yang dilakukan guna mengawal pemain dan ofisial, khususunya Persija. Akan tetapi, ia enggan merinci bentuk pengamanan tersebut.
"Kami siapkan dalam rangka pertandingan khusus pertandingan PSM dan Persija hari ini. Kami maksimalkan pengamanan jalur mulai kedatangan tim dan ofisial dari hotel menuju lapangan," Adnas saat ditemui wartawan usai memimpin apel yang diikuti para personel keamanan.
Adnas menambahkan bahwa langkah tersebut diambil menyusul kejadian yang dialami Persija sejak tiba di Makassar dua hari lalu. Pertama, pada Jumat (26/7) lalu. Kala itu, ofisial Persija sempat diteror oleh puluhan oknum yang menyalakan petasan di sekitar hotel.
Yang kedua terjadi Sabtu (27/7). Saat hendak meninggalkan stadion setelah menjalani sesi latihan, bus pemain Persija dilempari sejumlah benda tumpul.
Bentuk pengamanan lain yang juga dikerahkan pihak kepolisian jelang laga ini adalah dengan melakukan sterilisasi ketat pada tiap pintu masuk. Barang-barang semisal petasan, batu, senjata tajam, dan benda padat berbahaya lain tak akan diperbolehkan masuk.
Dengan cara ini, lanjut Adnas, potensi terjadinya lemparan dari arah tribune menuju lapangan atau pun ke tribune lain bisa dihindari. "Utamanya benda-benda yang bisa membahayakan para pemain dan penonton yang lain, seperti mercon, batu, senjata tajam, maupun miras (minuman keras). Kami akan geledah di setiap pintu," ucapnya.
"Ada tujuh pintu disiapkan untuk masuk. Kami akan lakukan pengecekan, penggeledahan agar pertandingan bisa berjalan dengan baik. Dan kami harapkan (para penonton yang hadir) tidak membawa benda-benda yang tidak membahayakan orang lain.''
''Kami juga sudah siapkan pintu keamanan khusus dengan metal protector. Petugas juga kami siapkan di masing-masing pintu," jelasnya.
Kendati sudah beragam persiapan keamanan, Adnas tetap berharap agar para suporterlah yang menciptakan keamanan itu sendiri.
"Ini adalah pertandingan sepak bola dan olahraga. Jadi, sportivitas yang diutamakan. Kami harapkan suporter kedua kesebelasan bisa sama-sama mendukung tim dengan fair play," ucapnya.
