Kumparan Logo

Piala Liga: Rashford Gemilang, Man United Kandaskan Chelsea

kumparanBOLAverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Brandon Williams (kostum merah) berduel dengan Hudson-Odoi. Foto: Reuters/John Sibley
zoom-in-whitePerbesar
Brandon Williams (kostum merah) berduel dengan Hudson-Odoi. Foto: Reuters/John Sibley

Babak 16 besar Piala Liga Inggris 2019/20 seharusnya menjadi kesempatan emas bagi Chelsea untuk membalas kekalahan 0-4 dari Manchester United di pekan pembuka Premier League 2019/20.

Namun, 'seharusnya' tidak punya tugas untuk menjadi mutlak. Frank Lampard tak mau lagi mengulang-ulang cerita lama. Baginya masa lalu adalah kepergian mutlak. Perlakukanlah pertandingan hari ini sebagai pertandingan hari ini.

Meski demikian, langkah Chelsea di Piala Liga Inggris tahun ini akhirnya selesai. Kekalahan 1-2 dari United pada Kamis (31/10/2019) menutup kesempatan untuk melangkah jauh.

Marcus Rashford berhasil menjadi game changer bagi United lewat dua golnya (25' dan 73') di Stamford Bridge. Kedua torehan itu hanya bisa dibalas sekali oleh Chelsea lewat gol Michy Batshuayi pada menit 61.

kumparan post embed

Pakem 4-3-3 yang digunakan Chelsea memberi tempat kepada Christian Pulisic, Batshuayi, dan Callum Hudson-Odoi sebagai juru gedor.

Ole Gunnar Solskjaer memakai formasi 3-4-1-2. Daniel James dan Rashford yang bertugas di garda terdepan disokong oleh Jesse Lingard dari lini kedua.

Penguasaan bola United boleh kalah jauh dari Chelsea dalam 20 menit pertama. United hanya memenangi 35% penguasaan bola.

Namun, United membuat percobaan yang sama dengan Chelsea dengan kondisi itu. Kedua kubu sama-sama membuat dua percobaan tanpa ada satu pun yang mengarah ke gawang.

Arah angin mulai berpihak pada United di menit 25. Kali ini, momentumnya adalah penalti. Wasit memberikan penalti kepada United karena menilai Marcos Alonso melanggar James.

Dalam tayangan ulang, terlihat tubuh Alonso seperti mendorong James hingga jatuh. Yang tidak jelas adalah apakah itu benar-benar dorongan atau akibat Alonso kehilangan keseimbangan.

Apa pun itu, yang jelas United mendapat keuntungan. Rashford menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor penalti dan membawa United unggul 1-0.

Laga Chelsea vs Manchester United. Foto: REUTERS/Eddie Keogh

United memang sudah unggul, tetapi bukan berarti mereka tahu bagaimana caranya memegang laga. Hingga babak pertama selesai, Chelsea masih memenangi penguasaan bola hingga 65%.

Sebenarnya penguasaan bola itu sia-sia karena mereka tak sekalipun mengancam gawang lawan. Kondisi itu merupakan akibat dari tekanan yang dilepaskan para pemain bertahan United.

Kalau boleh menyimpulkan, kedua tim sibuk saling merebut bola di sepanjang babak pertama. Chelsea kehilangan bola delapan kali, sementara United sembilan kali. Masalah yang perlu dijawab Lampard dan Solskjaer adalah apa yang harus dilakukan setelah merebut bola.

Chelsea belum kehilangan harapan untuk bangkit dari ketertinggalan. Setelah tampil pasif dan clueless di babak pertama, mereka menggebrak dan agresif dalam menginisiasi serangan.

Hudson-Odoi melesakkan dua tembakan, sedangkan Pulisic satu percobaan. Masalah kali ini adalah akurasi. Tak satu pun yang mengarah gawang.

Namun, tekanan Chelsea tidak sia-sia. Pertahanan United benar-benar runtuh pada menit 61. Chelsea menyamakan kedudukan jadi 1-1. Gol ini diawali dengan umpan pendek pemain Chelsea kepada Willy Caballero.

Michy Batshuayi merayakan golnya di laga melawan Manchester United. Foto: Reuters/John Sibley

Bola lalu diteruskan oleh Caballero lewat sepakan jauh ke tengah lapangan. Itu bukan tendangan tanpa determinasi. Batshuayi sudah bersiap di sana sehingga berhasil menangkap bola.

Kecepatan lari Batshuayi adalah unsur penting yang menyulut daya ledaknya. Dua pemain United, termasuk Harry Maguire beradu lari dengannya. Namun, tetap saja Batshuayi tidak terkejar.

Saat pemain lawan mencoba mengadang, Batshuayi langsung melepaskan sepakan kencang dari luar kotak yang menghujam sudut kiri bawah gawang United.

Setan Merah mencari cara untuk kembali meraih keunggulan. Rashford melepaskan tembakan tepat sasaran yang masih bisa dipatahkan oleh kiper.

Skema open play buntu, saatnya memanfaatkan bola mati. Pikiran seperti ini tidak naif untuk United, malah lebih logis mengingat belakangan mereka dikenal sebagai tim yang memiliki build up serangan semenjana.

Benar saja. Tendangan bebas yang diberikan kepada United berbuah keunggulan. Rashford yang menjadi eksekutor mengundang decak kagum tak peduli tim mana pun yang dibela hari ini.

Tendangan bebasnya yang diarahkan ke sudut kanan atas gawang gagal diselamatkan Caballero. United merengkuh keunggulan 2-1 pada menit 73.

X post embed

Lampard merespons ketertinggalan ini dengan mengganti Batshuayi pada menit 78 dengan Tammy Abraham. Lampard paham bahwa Chelsea butuh amunisi baru untuk menyulut daya ledak. United yang sudah unggul menjawab dengan memperkuat pertahanan. Rashford diistirahatkan, Ashley Young dimasukkan.

Serangan demi serangan tetap diupayakan Chelsea. Akan tetapi, laga tetap berpihak pada United. Kemenangan direngkuh United, tiket perempat final diamankan pasukan Solskjaer.