Polda Jabar soal Tragedi Kanjuruhan: Kalau Kami Tak Pakai Gas Air Mata

2 Oktober 2022 15:39
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Duel antara Arema FC vs Persebaya pada pekan ke-11 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), berakhir ricuh. 127 orang dilaporkan meninggal dalam insiden yang terjadi usai laga tersebut.
ADVERTISEMENT
Tragedi bermula saat sejumlah Aremania menyerbu lapangan setelah wasit meniup peluit tanda laga berakhir. Kerusuhan berubah menjadi kepanikan usai polisi melepaskan tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Mengomentari hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menggunakan gas air mata dalam melakukan pengamanan di stadion. Ia beserta jajarannya lebih mengutamakan pendekatan persuasif untuk menangani massa.
"Jadi, memang ini juga kan merupakan suatu standar yang harus kita penuhi, di statuta FIFA memang ada pembahasannya. Ini juga jadi atensi supaya kami mempersiapkan pola pengamanan dengan pola persuasif," kata Kabid Humas Polda Jabar kepada wartawan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (2/10).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Dan selama di Jawa Barat, kami selalu memakai pola persuasif sehingga tidak menggunakan persenjataan termasuk gas air mata. Kami juga selalu melakukan imbauan dan sosialisasi kepada pendukung. Semoga hal ini dapat dipahami dan menciptakan rasa aman dan nyaman untuk menonton pertandingan," lanjut Kombes Ibrahim Tompo.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo saat menyampaikan keterangan terkait 11 anggota GMBI yang ditetapkan tersangka pada Jumat (28/1/2022).  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo saat menyampaikan keterangan terkait 11 anggota GMBI yang ditetapkan tersangka pada Jumat (28/1/2022). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Sementara itu, laga antara Persib vs Persija yang seharusnya digelar pada Minggu, 2 Oktober di Stadion GBLA harus ditunda imbas dari insiden d Stadion Kanjuruhan. Kombes Ibrahim Tompo pun menyatakan bahwa jajaran Polda Jabar siap mengamankan laga tunda tersebut dengan pola pengamanan khusus yang telah disiapkan timnya.
ADVERTISEMENT
"Kami sudah punya standar pengamanan yang sudah teruji di beberapa pertandingan. Selama evaluasi, hasilnya sudah cukup baik sehingga pola ini akan kita gunakan. Kami anggap spesial pertandingan ini [Persib vs Persija], sehingga pola keamanan, sistem, dan personel kita upgrade. Ke depan, kami akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan pengamanan khusus untuk pertandingan ini," pungkasnya.
Logo PT Liga Indonesia Baru (LIB). Foto: Liga 1
zoom-in-whitePerbesar
Logo PT Liga Indonesia Baru (LIB). Foto: Liga 1
Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memutuskan untuk menghentikan kompetisi untuk satu pekan ke depan usai terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10).
“Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita dalam keterangan resminya.
"Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·