Pratinjau Timnas U-22 vs Thailand: Membedah Kekuatan 'Gajah Perang'

26 Februari 2019 14:28 WIB
clock
Diperbarui 21 Maret 2019 0:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Timnas U-22 Thailand dalam laga lawan Kamboja. Foto: Dok. AFF
zoom-in-whitePerbesar
Timnas U-22 Thailand dalam laga lawan Kamboja. Foto: Dok. AFF
ADVERTISEMENT
Pijakan terakhir itu akhirnya dijejak oleh para pemain Timnas U-22 Indonesia. Sebelum kelak merengkuh gelar Piala AFF U-22, ada satu lawan berat lagi yang sudah menanti mereka: Timnas U-22 Thailand.
ADVERTISEMENT
Timnas U-22 akan berhadapan dengan Thailand pada laga final Piala AFF U-22 2019 yang digelar di National Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) malam WIB. Sama dengan Timnas U-22, sejak fase grup sampai mereka mencapai partai final, The War Elephants (Gajah-Gajah Perang) sama sekali tidak tersentuh kekalahan.
Dari empat laga yang sudah dijalani, total Thailand mampu meraih tiga kemenangan dan sekali hasil imbang melawan Vietnam. Jika mau dihitung lebih rinci, Thailand berhasil membukukan dua hasil imbang dan dua kemenangan dari empat laga, dengan satu laga imbang yang berlanjut ke adu penalti dan berakhir kemenangan (lawan Kamboja).
Intinya, keberhasilan Thailand merengkuh partai final ini tanpa menderita kekalahan merupakan sinyal berbahaya bagi Timnas U-22. Mereka punya kekuatan-kekuatan yang kelak bisa merepotkan Timnas U-22. Kekuatan-kekuatan apa sajakah itu?
ADVERTISEMENT
***
Sebagai salah satu tim dengan reputasi mentereng di Asia Tenggara dan juga Asia, Thailand terlihat tahu bagaimana caranya melakukan pendekatan terhadap sebuah laga. Itu mereka perlihatkan di ajang Piala AFF U-22 2019 ini.
Ketika melawan tuan rumah Kamboja dan Vietnam yang main begitu dominan dan apik dalam menguasai bola, Thailand tidak gegabah. Mereka menerapkan skema pertahanan yang rapat, menggunakan enam sampai tujuh pemain, dikomandoi oleh salah satu pemain mereka yang juga keturunan Italia, Marco Ballini.
Dengan skema pertahanan rapat ini, Thailand mampu membuat Kamboja dan Vietnam yang andal dalam bermain cepat kerepotan menembus pertahanan mereka. Hal ini mesti diwaspadai Timnas U-22, karena permainan Timnas U-22 dasarnya tidak jauh berbeda dengan permainan Kamboja dan Vietnam tersebut.
ADVERTISEMENT
Jika mereka tidak waspada dengan pertahanan ketat Thailand di atas sembari tetap menekan dengan serampangan, maka akan ada dua konsekuensi yang bisa mereka terima: Kecolongan dari bola mati atau dari kecolongan lewat serangan balik. Khusus bola mati, ada sosok Ballini yang tinggi besar. Ia bisa memenangi duel udara jika tidak dikawal dengan baik.
Sedangkan khusus serangan balik, di tengah permainan pasif yang kadang mereka terapkan, Thailand juga andal dalam bermain kombinasi satu-dua dipadukan dengan pergerakan tanpa bola para pemainnya. Biasanya, model serangan ini akan diinisiasi oleh dua pemain: Jedsadakorn Kowngam dan Jaroensak Wonggorn.
Dua pemain itu biasanya akan jadi pengacak lini pertahanan lawan lewat kemampuan dribel dan distribusi bola mereka yang apik. Memanfaatkan kekacauan, ada sosok Korrawit Tasa yang biasanya muncul dari lini kedua dan menyelesaikan peluang yang ada.
ADVERTISEMENT
Yang paling kentara, meski bersifat abstrak, tentu mental para pemain Thailand. Mental inilah yang sukses membawa mereka memenangi laga adu penalti di babak semifinal melawan tuan rumah Kamboja. Mental ini juga yang lazimnya jadi pembeda saat Timnas U-22 dan Thailand bersua di berbagai ajang.
Itulah kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh Thailand. Kekuatan yang sudah pasti harus diwaspadai oleh para pemain Timnas U-22, apalagi jika berkaitan dengan skema bola mati dan garis pertahanan tinggi yang bisa dieksploitasi oleh lawan lewat permainan kombinasi dan pergerakan cepat dari sayap.
***
Mengetahui kekuatan lawan sebelum bertanding, apalagi jelang laga penting, adalah hal yang mesti dilakukan, tak terkecuali oleh Timnas U-22. Dengan mengetahui kekuatan Thailand terlebih dahulu, maka Timnas U-22 kelak juga akan tahu apa saja yang mesti mereka lakukan, termasuk membenahi kekurangan yang ada di tim sendiri.
ADVERTISEMENT
Dengan persiapan matang semacam itu, setidaknya Timnas U-22 sudah mendekatkan diri meeka dengan gelar juara. Itu dengan catatan jika persiapan memang sudah dilakukan, karena sekali lagi, Thailand bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh.