Kumparan Logo

Profil Haruna Soemitro, Exco PSSI yang Jadi Sorotan Usai Kritik Shin Tae-yong

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Madura United dan manager Haruna Soemitro (kiri) menyapa suporter usai menang atas Persela dalam laga 8 besar Piala Presiden 2019. Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Madura United dan manager Haruna Soemitro (kiri) menyapa suporter usai menang atas Persela dalam laga 8 besar Piala Presiden 2019. Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Anggota Exco Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Haruna Soemitro, tengah menjadi perbincangan hangat. Hal itu menyusul pernyataannya yang menyoroti performa Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia.

Menurut Haruna, Shin tak berbeda dengan pelatih lainnya setelah juru taktik asal Korea Selatan tersebut gagal membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF dan finis sebagai runner-up.

Selain itu, ia juga mengomentari kebijakan naturalisasi Shin. Dengan begitu, banyak netizen yang menentang pernyataannya dan tagar #HarunaOut bertebaran di media sosial.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (keempat kiri) dan sejumlah staf pelatih berfoto usai pengalungan medali Piala AFF 2020, di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022). Foto: Flona Hakim/ANTARA FOTO

Lantas, siapa Haruna Soemitro dan bagaimana kiprahnya?

Haruna Soemitro saat ini menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023. Ia merupakan salah satu dari 15 nama di komite tersebut.

Haruna bukanlah orang baru dalam sepak bola Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai manajer Persebaya Surabaya pada 2003 silam.

Kala itu, 'Bajul Ijo' tengah dilanda krisis finansial yang membuatnya terdegradasi dari Divisi Utama (kini Liga 1). Berkat kinerjanya, di tahun yang sama, Persebaya bisa promosi kembali.

Haruna Soemitro. Foto: kumparan

Selanjutnya, Haruna ditunjuk menjadi manajer tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur pada 2004 lalu. Ia juga berhasil membawa tim sepak bola Jawa Timur menyabet medali emas.

Kesuksesannya itu kemudian membuat Haruna mendapat jabatan sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur. Ia kemudian melepas jabatannya pada 2010.

Saat itu, ia sempat berhenti dari dunia sepak bola. Lalu, ia menjadi manajer Madura United setelah timnya mengakuisisi Pelita Bandung Raya.

Momen tersebut kembali menarik Haruna ke jagad sepak bola. Ia lantas terpilih sebagai anggota Exco PSSI pada 2019 lalu.

Pada 2019 pula, Haruna mundur sebagai manajer Madura United. Akan tetapi, ia diketahui masih menjabat sebagai Direktur klub berjuluk 'Laskar Sape Kerab' itu.