Profil Luis Diaz: Pemain Liverpool yang Ditimpuk Tongkat oleh Fan Benfica
·waktu baca 3 menit

Luis Diaz menjadi pusat perhatian saat Liverpool mengalahkan Benfica 3-1 dalam laga perempat final Liga Champions 2021/22 di Estadio da Luz, Portugal, Rabu (6/4) dini hari WIB. Sebab, ia menjadi sasaran kekerasan fan tuan rumah.
Dalam pantauan kumparan via live streaming, siulan dan sorakan selalu bergaung dari fan Benfica di Estadio da Luz saat Diaz menguasai bola. Namun, hal ini tak terjadi kepada para pemain Liverpool lain.
Puncak teror itu terjadi usai Diaz memastikan kemenangan 3-1 Liverpool atas Benfica dengan mencetak gol di menit 87. Setelahnya, ia ditimpuk tongkat oleh suporter Benfica saat bergembira merayakan golnya.
Lantas, siapakah Diaz? Simak profil dirinya di stori ini.
Profil Luis Diaz, Pemain Liverpool yang Ditimpuk Tongkat oleh Fan Benfica di Liga Champions
Luis Fernando Diaz Marulanda atau yang akrab dikenal dengan Luis Diaz lahir di Barrancas, Kolombia pada 13 Januari 1997. Masa kecil dan remaja ia lalui dengan sulit di dalam keluarga kurang mampu.
Diaz berasal dari etnis Wayuu, etnis yang pernah mengalami krisis endemi gizi buruk. Menurut BBC International, 4.770 anak-anak Wayuu meninggal karena kekurangan gizi selama 2008-2016.
Diaz sendiri dikisahkan pernah mengalami masalah serupa di masa silam. Seorang pelatih yang dikenal dengan nama 'Pocillo' Diaz adalah sosok yang pertama menemukan Diaz dan ia tercengang dengan betapa kurusnya Diaz waktu itu.
"Untuk sesaat, kami pikir akan sangat sulit baginya untuk tampil karena Lucho [panggilan Luis Diaz] tampaknya memiliki masalah kekurangan gizi. Dia sangat kurus dan kalah dalam duel dengan pemain lain," kenang Pocillo, dikutip dari BBC.
Singkat cerita, perlahan tetapi pasti, Luis Diaz mulai terbebas dari masalah gizi buruk. Klub pertama yang dibelanya adalah klub lokal Barranquilla FC (2016-2017), lalu berlanjut membela Atletico Junior di kompetisi nasional (2017-2019).
Membela Porto (2019-2022) menjadi titik lompatan tertinggi dalam karier sepak bolanya. Ia tercatat ada dalam skuad Dragoes yang menjuarai Liga Portugal, Piala Portugal, dan Supertaca Candido de Oliveira pada 2020.
Nah, boleh jadi sumber kebencian kesumat fan Benfica terhadap Diaz adalah karena ia merupakan mantan pemain Porto. Sebab, kedua tim Portugal ini terikat dalam rivalitas O Clássico, sebuah rivalitas yang sudah dimulai sejak kedua tim pertama saling berhadapan pada 1912.
Selama membela Porto selama 2019–2022, Diaz tercatat mencetak satu assist dan satu gol saat melawan Benfica dari 7 laga lintas ajang. Ia tak pernah kalah dari tim yang kental dengan ciri jersi merah itu.
Luis Diaz didatangkan Liverpool pada Januari 2022. Termasuk laga kontra Benfica di Liga Champions dini hari tadi, ia sudah mencetak 3 gol dan 1 assist dari 13 penampilan lintas ajang.
Diaz memang masih perlu meningkatkan performanya. Namun yang pasti, kehadirannya kini bisa membuat winger Liverpool lainnya, Mohamed Salah dan Sadio Mane, tak bisa santai-santai karena bisa saja posisi mereka sebagai starter jadi terdepak.
