Kumparan Logo

PSSI Berniat Tularkan "Gaya Main Spanyol" ke Pelatih Lokal

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Logo PSSI (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Logo PSSI (Foto: Sigid Kurniawan/Antara)

Niatan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengaplikasikan gaya bermain ala sepak bola Spanyol nyatanya tak main-main. Otoritas sepak bola Tanah Air itu bahkan telah menyiapkan sebuah metode guna "memasyarakatkan" hal tersebut.

Sejak awal, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menginginkan adanya perombakan di tubuh Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Tak hanya dari sisi jajaran pelatih, Edy bahkan sampai menyentuh kepada hal teknis yakni mengenai pola permainan. Sang Jenderal ingin skuat "Garuda" bermain sepak bola ala Spanyol atau yang lebih dikenal dengan istilah tiki-taka.

Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla--juga sejak awal--mengatakan hal itu tak akan mudah. Mantan pelatih Timnas U-23 di SEA Games 2011 dan 2013, Rahmad Darmawan, menilai para pemain Indonesia membutuhkan waktu lebih banyak untuk memahami pola permainan tersebut.

Meski demikian, PSSI tetap pada pendiriannya. Untuk merealisasikan hal itu, sebagai langkah awal mereka berencana menularkan "Spanyolisasi" kepada para pelatih lokal. Nantinya, PSSI akan mengumpulkan pelatih-pelatih lokal untuk mendapatkan materi terkait dengan pola permainan ala Spanyol dari Milla.

"Kami ingin memberikan kesempatan pada pelatih-pelatih muda lainnya untuk bisa melihat training yang diberikan oleh Milla. Melihat bagaimana prosesnya, untuk kemudian dijadikan observasi bagi pelatih-pelatih tersebut dan mengembangkan di klubnya masing-masing," ujar Direktur Teknik Timnas Indonesia, Danurwindo, ketika ditemui kumparan di Kantor PSSI, Selasa (31/1/2017).

Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. (Foto: Alan Kusuma/Kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. (Foto: Alan Kusuma/Kumparan)

Dengan adanya pelatihan tersebut, lanjut Danurwindo, diharapkan nantinya para pelatih terbiasa untuk menerapkan gaya permainan sepak bola passing pendek ala Spanyol. "Untuk tahapan awal memang mencontoh dahulu, tetapi lama-kelamaan tentu akan melihat hasilnya apakah akan berdampak bagus atau tidak," ucapnya.

Menurutnya, PSSI ingin memanfaatkan ilmu kepelatihan yang dimiliki Milla agar bisa ditularkan kepada para pelatih muda nasional. Hal itu kemudian dapat diaplikasikan kepada seluruh pemain dari usia dini hingga level senior. Karena itu, PSSI merekomendasikan nama Bima Sakti sebagai asisten pelatih Milla.

"PSSI memproyeksikan Bima menjadi pelatih Timnas Indonesia di masa mendatang," tandasnya.

Danurwindo juga memastikan pihaknya sejauh ini baru memastikan nama Bima Sakti sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia. Dia mengaku PSSI belum lagi memilih nama lain untuk mendampingi Milla, termasuk Nilmaizar yang disebut-sebut akan kembali ke timnas.

"Untuk asisten lokal baru ada Bima Sakti, alasannya kami memilih nama Bima karena dia mumpuni, baik di dalam dan di luar lapangan. Kami juga tak ingin buru-buru (menentukan nama lain selain Bima)," pungkasnya.