PSSI: Liga Baru, PT Baru, Wajah Lama

Kepengurusan baru Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah arahan Edy Rahmayadi terus melakukan perubahan. Setelah mengubah nama kompetisi, kini PSSI juga mengubah nama operator kompetisi.
PSSI sebelumnya telah mengubah nama kompetisi Indonesia Super League (ISL) menjadi Liga 1 (diikuti Divisi Utama menjadi Liga 2 dan Liga Nusantara menjadi Liga 3). Selain itu, nama pengelola kompetisi juga mengalami perubahan. PT Liga Indonesia (LI) yang telah menjadi regulator ISL dari 2008-2015, diganti menjadi PT Liga Indonesia Baru dengan Iwan Budianto sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Tak hanya itu, Iwan Budianto yang sedianya bertugas sebagai Wakil Ketua Umum II kini juga dialihkan menjadi Kepala Staf Ketua Umum. "Tidak mungkin ada dua Wakil Ketua dalam suatu kepengurusan, cukup satu saja. Karena job-nya merujuk kepada satu tugas yaitu mengkoordinator seluruh para staf dan tugas itu diembankan kepada Iwan Budianto," ujar Edy sesuai pelantikan kepengurusan PSSI periode 2016-2020 di Jakarta, Jumat (27/1/2017).
Nama Iwan Budianto sejatinya tak asing bagi dunia persepakbolaan Tanah Air. Iwan berkecimpung di berbagai klub Indonesia seperti Persik Kediri dan Arema Malang. Dia akhirnya terpilih sebagai wakil ketua umum di Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar di Ancol pada 10 November 2016. Iwan juga sempat ditugasi sebagai Chief de Mission (CdM) Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2016.
Pada kesempatan sama, Edy juga menegaskan bahwa PSSI sudah menemui kata sepajat dengan 18 klub Liga 1 terkait regulasi baru yang akan diterapkan. Di antaranya adalah kuota tiga pemain asing dengan satu pemain berasal dari Asia dan dua pemain dengan usia maksimal 35 tahun. Sedangkan, untuk pemain Liga 2 akan diberlakukan regulasi yang sedikit berbeda yaitu tidak menggunakan pemain asing dan untuk umur tetap dengan maksimal usia 25 tahun dengan lima pemain.

"Soal regulasi baru, sudah kami selesaikan dengan klub-klub yang akan berlaga di Liga nantinya. Di Piala Presiden nanti, kami akan melakukan uji coba menggunakan regulasi tersebut," katanya.
Selain regulasi dan Piala Presiden, lanjut Edy, menyoal administrasi klub yang akan berlaga di Liga 1, 2 dan 3, juga sudah menyelesaikan proses administrasi untuk pendaftaan karena klub tersebut telah berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
Meski demikian, PSSI tak menutup mata akan terdapatnya kemungkinan timbul masalah ketika kompetisi berjalan. Salah satunya adalah kepemilikan PT yang beralih tangan. PSSI, ucap Edy, sudah siap menangani dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
"Jika PT Klub beralih tangan kepemilikan di tengah-tengah kompetisi, yang terpenting secara administrasi mereka (pemilik PT Klub) sudah terdaftar dan terselesaikan. Jadi nanti PSSI sepenuhnya siap jika permasalah tersebut terjadi," pungkasnya.
