Kumparan Logo

PSSI Tanggapi Rekomendasi TGIPF: KLB Tahun Depan Sesuai Jadwal

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jubir Tim Investigasi PSSI Ahmad Riyadh (kiri) memberikan keterangan pers tentang hasil keputusan Komdis PSSI di Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Foto: Irfan Anshori/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Jubir Tim Investigasi PSSI Ahmad Riyadh (kiri) memberikan keterangan pers tentang hasil keputusan Komdis PSSI di Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Foto: Irfan Anshori/Antara Foto

Anggota Exco PSSI, Ahmad Riyadh, menanggapi rekomendasi untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Ia menegaskan tidak akan dipercepat dan akan berjalan sesuai jadwal di 2023.

TGIPF Kanjuruhan pada Jumat (14/10) lalu merilis simpulan serta rekomendasi terkait Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam salah satu rekomendasinya, TGIPF menyarankan kebijakan untuk percepatan KLB PSSI guna menghasilkan pengurus baru.

Akan tetapi, PSSI tampaknya enggan menerapkan rekomendasi itu. Riyadh menekankan tidak akan percepatan KLB PSSI.

"Pemerintah, Menpora, sudah ngomong apa itu? KLB semuanya urusan PSSI dengan FIFA. Pemerintah enggak bisa campur, ya, sudah seperti itu," tegas Riyadh di hadapan wartawan di Jakarta, Selasa (18/10).

Presiden Induk Asosiasi Sepak bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino (kanan) didampingi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) dan Sekjen Yunus Nusi (kiri) menyapa sejumlah awak media setibanya di Kantor PSSI di Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

"Enggak pakai [percepatan] KLB, tahun depan juga KLB. Iya, sesuai jadwal karena yang berhak minta seperti itu adalah anggota kami. Rekomendasi itu kan buat presiden dan presiden sikapnya sudah jelas, Menpora urusannya terkait keamanan, polisi, penyidikan, dan lain-lain berjalan. Urusan PSSI itu diserahkan ke mekanisme."

"Kalau anggota minta besok atau minta bulan depan, ya, [harus] dibicarakan. Enggak bisa langsung, ada caranya tapi tetap kepada anggota," tandasnya.

Mosi tak percaya bisa menjadi pintu masuk untuk penyelenggaraan KLB yang bisa dilaksanakan jika 50 persen atau 2/3 anggota PSSI sepakat memintanya dengan mengajukan permintaan secara tertulis kepada PSSI serta menjelaskan agenda yang akan dibahas.