PSSI Tegaskan FIFA Tak Lihat JIS dari Unsur Politis
ยทwaktu baca 2 menit

Jakarta International Stadium (JIS) tengah menjadi perbincangan hangat. Hal tersebut terkait dengan penyelengaraan Piala Dunia U-17 di Indonesia.
Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 oleh FIFA pada pekan lalu. Turnamen itu nantinya digelar pada 10 November hingga 2 Desember mendatang.
Perihal venue, Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi perhatian. Pasalnya, perhelatan Piala Dunia U-17 bentrok dengan konser Coldplay, sehingga JIS dinilai layak menjadi opsi.
Perihal JIS, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI mengungkapkan bahwa masih akan mengeceknya. Ia yakin FIFA tidak akan menilai JIS melalui kaca mata politik.
Saya yakin tidak mungkin FIFA bilang standarnya tidak masuk karena sesuatu hal yang politis, tidak. Tetapi, memang standar harus diselaraskan," kata Erick di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/6).
Sebelumnya, PSSI era Iwan Bule sempat mengatakan JIS tidak sesuai dengan standar. Stadion di Jakarta Utara tersebut pun tidak jadi dipakai untuk FIFA Matchday edisi September lalu.
Salah satu yang menjadi perhatian PSSI pada saat itu adalah masalah akses. JIS hanya memiliki satu akses untuk mobilisasi masa, yakni di area barat stadion.
Masalah akses ini juga menjadi perhatian Erick. Nantinya, ia akan melakukan pemeriksaan bersama Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi, dan Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono.
"Yang pasti menjadi kemarin kendalanya itu parkir sama akses penonton. Yang harusnya ada empat pintu, baru terbuka satu pintu," kata Erick.
"Ini yang tentu harus kita antisipasi keselamatan daripada suporter. Jangan sampai suporter tidak pulang ke rumah dengan selamat. Akses-akses ini yang harus dipastikan. Tidak mungkin hanya satu pintu," tandasnya.
