PT LIB Ngaku Indosiar Paksa Laga Arema FC vs Persebaya Main Malam

12 Oktober 2022 16:07
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah sporter menggendong korban terluka di stadion Kanjuruhan pada kerusuhan dipertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah sporter menggendong korban terluka di stadion Kanjuruhan pada kerusuhan dipertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022. Foto: AFP
ADVERTISEMENT
Polemik yang belum terpecahkan terkait Tragedi Kanjuruhan adalah pihak mana yang membuat big match Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober lalu dipaksakan main malam. Menurut versi PT LIB selaku operator liga, Indosiar atau Emtek yang merupakan broadcaster resmilah yang memaksakan itu.
ADVERTISEMENT
Hal ini diterangkan oleh anggota TGIPF, Rhenald Kasali, usai bertemu dengan PT LIB dan PSSI di Kemenko Polhukam pada Selasa (11/10). Dia mengatakan, PT LIB tak bisa mengubah jadwal karena permintaan Indosiar.
"Semuanya melempar ke broadcaster [Indosiar]. PT LIB mengatakan, broadcaster mintanya begitu [Arema FC vs Persebaya main malam], harus dipenuhi. Karena kontrak, kontraknya cukup besar," kata Rhenald kepada wartawan.
"Saya sempat nanyakan, [LIB lalu menjawab] 'Kita sudah terlalu sering mengubah jadwal,' kata LIB. Mereka [PT LIB] mengatakan karena broadcaster minta tetap malam," tambahnya.
Pesepak bola Arema FC Jayus Hariono (kiri) dan pesepak bola Persebaya Surabaya Rizki Ridho (kanan) beradu cepat untuk menjangkau bola dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pesepak bola Arema FC Jayus Hariono (kiri) dan pesepak bola Persebaya Surabaya Rizki Ridho (kanan) beradu cepat untuk menjangkau bola dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
Sebelumnya pada 12 September, Arema FC dan Polres Malang meminta perubahan kick-off laga lawan Persebaya. Mereka sepakat meminta kick-off Arema kontra Persebaya dimajukan menjadi pukul 15:30 WIB.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Namun, pada 19 September, PT LIB menolak permintaan tersebut. Dan kini, mereka mengaku mendapat tekanan dari Indosiar.
Dalam kesempatan terpisah, pihak Indosiar membantah. Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming SCM mengaku bahwa jadwal kick-off menjadi keputusan PT LIB. Ia mengungkapkan jadwal Arema vs Persebaya sudah sesuai keputusan operator.
Stadion Kanjuruhan pada pagi hari setelah kerusuhan dipertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Malang, Jawa Timur pada 2 Oktober 2022. Foto: Putri/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Stadion Kanjuruhan pada pagi hari setelah kerusuhan dipertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Malang, Jawa Timur pada 2 Oktober 2022. Foto: Putri/AFP
"Saya dan tim menjelaskan bahwa jadwal tayang itu sudah disusun dari awal oleh LIB, dikoordinasikan dengan Indosiar kemudian dalam perjalanannya pasti terjadi dinamika dan ending-nya memang LIB yang menentukan jadwal tayang, kemudian Indosiar harus mengikuti jadwal tayang tersebut," tutur Harsiwi kepada wartawan di Kemenko Polhukam.
"Jadi demikian, proses sehari-harinya seperti itu. jadi makanya pada saat Oktober kan ada jadwal juga, Persib melawan Persija tidak mendapatkan ijin di jam 20.00 WIB, tanding di 15:30 WIB dan kami mengikuti."
ADVERTISEMENT
"Tahun ini sudah ada sekitar 13-20 jadwal tayang yang kami semua mengikuti apa yang sudah ditentukan LIB karena LIB adalah operator yang menjalankan, yang tahu lapangan seperti apa, berkoordinasi dengan semua stakeholder termasuk kami sehingga kami harus mengikuti apa yang sudah diputuskan oleh LIB," tandasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020