Rahasia Kesuksesan Atalanta: Gambar Gerombolan Serigala di Ruang Ganti Tim

Atalanta menjadi sensasi pada musim ini. Tak hanya di Serie A, mereka juga tampil istimewa di Liga Champions.
Atalanta lolos dari fase grup yang dihuni klub-klub berpengalaman macam Manchester City, Shakhtar Donetsk, dan Dinamo Zagreb. Makin ciamik karena La Dea sukses melaju ke perempat final usai mengandaskan Valencia.
Ini merupakan Liga Champions dan juga fase gugur pertama mereka. Ajaib betul memang Atalanta musim ini.
Gian Piero Gasperini membeberkan rahasia kesuksesan timnya. Kepada The Guardian, pelatih berusia 62 tahun itu mengatakan bahwa dia memampangkan gambar para serigala di ruang ganti timnya.
"Saya memasang gambar gerombolan serigala di ruang ganti. Ada serigala di depan, beberapa di tengah, dan satu di belakang," ungkap Gasperini.
Serigala yang di depan bertugas mengatur langkah awal. Sementara serigala berikutnya adalah yang terkuat. Dia harus bisa melindungi yang lain. Yang terakhir adalah pemimpin. Selain sebagai pelindung, ia juga memastikan agar kelompok tetap solid.
“Pesannya adalah bahwa seorang pemimpin tidak hanya tinggal di depan; dia mengurus tim dan inilah yang saya inginkan dari para pemain saya,” lanjut Gasperini.
Produktivitas jadi kekuatan utama Atalanta pada rezim Gasperini. Buktinya, mereka sukses mengemas rata-rata 2,8 gol per laga hingga Serie A pekan 26. Jumlah itu menjadi yang tertinggi. Sebagai pembanding, Lazio di peringkat kedua 'cuma' mampu mengukir 2,3 gol per laga.
"Saya menggunakan pepatah Tiongkok pada 500 SM: ‘Bertahan membuat Anda tak terkalahkan, tetapi jika Anda ingin menang, Anda harus menyerang ’," tambah Gasperini.
“Ini menegaskan semangat dan mentalitas yang saya inginkan di tim. Tapi ada hal lain yang tak kalah penting: Identitas yang Anda buat tanamkan di tim harus selalu diperkuat."
Atalanta berbeda dibanding Juventus, Inter Milan, atau Napoli. Mereka bukanlah klub bergelimang harta yang doyan beli pemain bintang. Alih-alih demikian, mereka justru mencetak sendiri.
Dejan Kulusevski jadi yang terbaru. Pemain asal Swedia itu dilepas ke Juventus dengan banderol 35 juta euro plus bonus 9 juta euro. Padahal, Atalanta cuma mengeluarkan 165 ribu euro ketika mengangkut Kulusevski sebagai pemain akademi pada 2016 silam.
Sebelumnya juga ada Franck Kessie dan Bryan Cristante yang menghasilkan profit lebih dari 50 juta euro. Akan tetapi, itu tak membuat Atalanta berfoya-foya di lantai transfer. Mereka cuma menghabiskan 30,7 juta euro untuk memboyong Luis Muriel, Ruslan Malinovskyi, dan Duvan Zapata.
Pembelian Atalanta terbukti jitu. Muriel dan Zapata total memproduksi 24 gol di Serie A. Malinovskyi tak kalah jago karena sudah 5 gol di pentas domestik dan Liga Champions.
Ketiganya sukses bersinergi dengan jagoan Atalanta sebelumnya, Alejandro Gomez dan Josip Ilicic. Jangan lupakan juga para pemain berbakat macam Robin Gosens dan Mario Pasalic yang sudah mencetak 12 gol dan 10 assist bila dikalkulasi.
“Para pemain saya harus berlatih dan melakukannya dengan lebih keras. Kami tidak pernah memiliki investasi yang besar, jadi kami harus menemukan pemain muda di Eropa dengan filosofi yang sama: Mampu beradaptasi dengan gaya permainan kami, memenangkan mentalitas, berpikiran ofensif, dan mau bekerja keras," kata Gasperini.
===
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!
