Kumparan Logo

Rahim Soekasah Deklarasikan Doli Siregar sebagai Calon Waketum PSSI

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bakal calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah (kanan), resmi mengumumkan Doli Sinomba Siregar sebagai wakil. Foto: Ferry Adi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bakal calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah (kanan), resmi mengumumkan Doli Sinomba Siregar sebagai wakil. Foto: Ferry Adi/kumparan

Rahim Soekasah akan menjadi pesaing Muhammad Iriawan (Iwan Bule) untuk menduduki kursi nomor satu PSSI periode 2020-2024.

Di Kongres Pemilihan pada 2 November 2019, mereka akan mendeklarasikan visi dan misi untuk perbaikan sepak bola nasional dalam lima tahun ke depan.

Jika Iwan sudah menggandeng Mayjen TNI Cucu Sumantri sebagai wakil ketua umum (waketum) dan turun menjangkau voters, Rahim baru memulai deklarasinya. Teraktual, Rahim resmi mengumumkan Doli Sinomba Siregar sebagai calon wakilnya.

Majunya Doli sebagai caketum sempat disampaikan Rahim pada 3 Juli lalu. kumparanBOLA turut hadir dalam pertemuan yang membahas isu sepak bola nasional itu.

Bakal calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah, resmi mengumumkan Doli Sinomba Siregar sebagai wakil. Foto: Ferry Adi/kumparan

Akan tetapi, pertemuan itu belum melahirkan putusan. Saat pertemuan, Doli hanya menyampaikan dukungannya kepada Rahim untuk maju sebagai calon ketua umum.

''Pada hari ini kami berdua resmi mengumumkan akan maju sebagai caketum dan cawaketum PSSI periode 2020-2024. Beberapa bulan lalu, saya memang sudah mendeklarasikan untuk maju, tetapi saya melakukannya masih sendiri karena Doli di Medan,'' ujar Rahim di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Senin (23/9).

Harus diakui bahwa nama Doli awam di telinga pencinta bahkan pegiat sepak bola nasional. Tak sedikit pula kabar miring yang menganggap bahwa Rahim menggaet Doli karena merupakan dari paman dari Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo.

Anggapan itu segera ditepis Doli. Ia menyampaikan bahwa curriculum vitae-nya diisi dengan kiprah dalam kepengurusan PSMS Medan sejak 2000. Doli juga menyebut bahwa ia menjabat CEO pada 2017 meski setelahnya tidak lagi berkecimpung di sepak bola nasional.

''Kami menyadari untuk maju sebagai ketum dan caketum syaratnya banyak. Apalagi Komite Pemilihan nantinya amat jeli menelusuri rekam jejak calon ketum dan caketum. Tidak bisa direkayasa karena jejak digitalnya ada. Salah satu syaratnya harus aktif di sepak bola selama lima tahun,'' ujar Doli menyambung pernyataan Rahim.

Ya, aktif berkecimpung di sepak bola nasional adalah satu dari lima syarat yang mutlak harus dimiliki baik ketum atau caketum PSSI.

Syarat itu merujuk pada Statuta PSSI Pasal 34 ayat 4 yang bila dibedah akan menjadi demikian. Pertama, calon ketum, waketum, dan/atau exco PSSI berusia lebih dari 30 tahun.

Kedua, harus atau telah aktif dalam sepak bola sekurang-kurangnya selama lima tahun. Ketiga, tidak pernah dinyatakan bersalah atas suatu tindakan pidana.

Keempat, harus Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia. Kelima, minimal mendapatkan satu dukungan dari anggota PSSI.

kumparan post embed

Setelah urusan administrasi rampung, Rahim dan Doli juga ikut serta menyampaikan visi dan misi. Tak muluk-muluk, Rahim ingin sepak bola Indonesia, khususnya Tim Nasional, berjaya di ajang sepak bola Asia Tenggara lebih dulu.

"Kalau kami dipercaya menjadi Ketua Umum PSSI akan memperbaiki itu. Setidaknya dalam masa kepemimpinan 4 tahun mendatang, kami ingin Timnas Indonesia jadi juara Piala AFF, selanjutnya Asia. Kami tidak mau kasih angin surga," ucap Rahim.

"Prestasi Timnas kita cukup membingungkan. Banyak yang tanya ke kami mengapa kalau Timnas muda maju dan senior hilang. Ini yang coba kami perbaiki," jelasnya.