kumparan
20 Januari 2020 13:09

Rashford Absen Dua Bulan, Manchester United Bisa Apa?

Marcus Rashford (PTR)
Penyerang muda Manchester United, Marcus Rashford, merayakan golnya ke gawang Sheffield United. Foto: REUTERS/Andrew Yates
Manchester United mendapat musibah. Bukan, bukan kekalahan dari Liverpool yang baru saja mereka dapatkan. Musibah yang dimaksud adalah cederanya sang juru gedor andalan, Marcus Rashford.
ADVERTISEMENT
Rashford mengalami cedera punggung saat membela United di laga Piala FA melawan Wolverhampton Wanderers, Kamis (16/1/2020). Akibat cedera tersebut, Rashford urung bermain di laga versus Liverpool, (19/1).
Kendati begitu, parahnya cedera Rashford baru diketahui setelah laga melawan Liverpool. Kondisi itu menambah perih luka suporter United.
Berdasarkan penuturan pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, tulang punggung Rashford retak. Alhasil, penyerang Timnas Inggris itu bakal absen--setidaknya--enam pekan. Dengan kata lain, Rashford kemungkinan baru kembali pada akhir Maret 2020.
Absennya Rashford jelas menjadi sebuah pukulan buat United. Rashford menjadi topskorer United sejauh musim ini berlangsung dengan torehan 19 gol. Pemuda berusia 22 tahun itu juga sanggup mengemas lima assist.
Dari situ, United jelas mesti melakukan sesuatu untuk mengatasi absennya Rashford. Solskjaer, sih, menyebut bahwa timnya akan mencari penyerang baru.
ADVERTISEMENT
United memang dikaitkan dengan beberapa penyerang. Mengutip Sky Sports, penyerang Wolverhampton Wanderers, Raul Jimenez, dan juru gedor Olympique Lyonnais, Moussa Dembele, menjadi dua nama terdepan yang berada di daftar belanja United.
Namun, sampai saat ini, belum ada kabar lebih lanjut menyoal ketertarikan United terhadap Jimenez dan Dembele. Yang paling santer malah kabar menyoal kedatangan gelandang serang asal Portugal, Bruno Fernandes.
Masalahnya, bursa transfer musim dingin sendiri hanya tinggal menyisakan 11-12 hari. Tentu saja ada kemungkinan United gagal mendapatkan penyerang yang mereka bidik. Ingat Erling Haaland?
Erling Braut Haaland, Borussia Dortmund
Erling Braut Haaland mencetak trigol di laga debutnya bersama Borussia Dortmund. Foto: Twitter @ChampionsLeague
Lantas, apa yang semestinya Solskjaer dan United lakukan jika mereka gagal mendapatkan penyerang baru atau, setidaknya, sampai sosok yang dibutuhkan datang?
Pada laga melawan Liverpool, Solskjaer menerapkan skema 3-5-2. Boleh jadi, lewat skema tersebut, Solskjaer berniat untuk menetralisasi dua bek sayap Liverpool, Andrew Robertson dan Trent Alexander-Arnold. Keduanya kerap menjadi kreator gol The Reds sekaligus menguasai lini tengah.
ADVERTISEMENT
Misi Solskjaer hampir berhasil. Alexander-Arnold dan Robertson tak banyak beraksi. Alexander-Arnold memang menciptakan assist, tetapi itu berasal dari set-piece. Dari lini tengah, United bisa menciptakan beberapa peluang via kaki Andreas Pereira dan Fred.
Sayangnya, 'hampir' tak pernah cukup. Yang membuat misi Solskjaer hanya mentok di kata “hampir” adalah ketiadaan sosok juru gedor yang tajam.
Dalam skema 3-5-2 itu, Solskjaer memasang Anthony Martial dan Daniel James di lini depan. Sayangnya, performa dua pemain itu, utamanya dalam urusan mengancam gawang lawan, mengecewakan.
James gagal melepaskan satu tendangan pun. Sementara, Martial luput memaksimalkan peluangnya ketika sudah berhadapan satu dengan satu melawan Alisson Becker.
Buruknya, penyelesaian akhir James mungkin bisa dimengerti, mengingat ia adalah seorang pemain sayap. Namun, Martial semestinya bisa berbuat lebih. Yang lebih mengkhawatirkan, Martial memang kerap buang-buang peluang. Penyerang asal Prancis itu tercatat sudah melewatkan enam peluang besar di Premier League musim ini.
ADVERTISEMENT
Meskipun begitu, menyingkirkan Martial juga bukan solusi. Eks penggawa AS Monaco itu lihai melakukan link-up play bersama pemain-pemain di sekelilingnya. Itulah yang menjelaskan mengapa Rashford tajam ketika bermain bersama Martial.
Nah, jika Solskjaer masih ingin menggunakan skema 3-5-2, ada baiknya ia memasang Mason Greenwood bersama Martial. Greenwood jelas merupakan seorang finisher yang lebih baik dari James. Bahkan bisa dibilang Greenwood adalah pencetak gol terbaik United setelah Rashford.
Perbandingan jumlah gol dengan jumlah tendangan Greenwood menjadi buktinya. Penyerang berusia 18 tahun itu berhasil mencetak empat gol hanya dari 15 di Premier League 2019/20. Bandingkan dengan Martial, yang mencetak delapan gol dari total 43 tembakan.
Selain itu, Greenwood berkaki kidal—semua golnya di Premier League ia ciptakan dengan kaki kiri. Itu bisa menyeimbangkan lini depan United, mengingat Martial berkaki kanan.
ADVERTISEMENT
Manchester United vs Nowich City
Marcus Rashford merayakan selebrasi usai mencetak gol pertama mereka dengan rekan satu tim, Sabtu (11/1). Foto: REUTERS/Jon Super
Setelah Greenwood, pemain lain yang bisa Solskjaer lebih maksimalkan adalah Juan Mata. Playmaker asal Spanyol itu bisa menggantikan tempat Pereira, yang tampil tak cukup memuaskan.
Per BBC, Mata berhasil mencetak dua gol buat United kendati hanya bermain selama 535 menit di semua kompetisi musim ini. Sementara, Pereira hanya mampu mengemas satu gol, kendati bermain selama 1325 menit.
Keberadaan Mata tentu bisa meringankan beban Greenwood dan Martial untuk mencetak gol. Selain itu, Mata tentunya tak kalah kreatif ketimbang Pereira. Dari situ, ada baiknya Solskjaer mulai menepikan Pereira dan menggunakan Mata.
Masalah United jelas pelik. Tak mengherankan apabila Solskjaer meminta klub bertindak cepat di bursa transfer.
Namun, sampai penyerang baru datang, memainkan Greenwood dan Mata menjadi cara yang paling masuk akal untuk meminimalisasi dampak dari ketiadaan Rashford.
ADVERTISEMENT
-----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.