Kumparan Logo

Rayuan Hierro kepada Nesta: Lebih Baik Gabung Real Madrid, Ngapain di Lazio?

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alessandro Nesta. Foto: AFP/ALBERTO LINGRIA
zoom-in-whitePerbesar
Alessandro Nesta. Foto: AFP/ALBERTO LINGRIA

Bagi Alessandro Nesta, Lazio adalah segalanya. Nesta lahir di Roma dan bersama Biancocelesti pula dia memulai karier sebagai profesional. Dalam wawancara bersama Christian Vieri di Instagram Live, Nesta menegaskan kecintaannya kepada klub masa kecilnya itu.

"Saya tidak ingin meninggalkan Lazio karena alasan apa pun. Pada saat itu, saya tidak ingin pergi ke tempat lain," kata Nesta.

Alessandro Nesta. Foto: AFP/PASCAL GUYOT

Nesta sebenarnya pernah mendapatkan tawaran dari klub lain. Tak main-main, Real Madrid yang berniat memboyongnya dari Olimpico. Sekitar awal 2000-an tepatnya. Kala itu, Fernando Hierro yang mengajaknya langsung untuk bergabung dengan El Real.

"Kami pernah bermain di laga persahabatan di Spanyol melawan Real Madrid. Selepas pertandingan, Fernando Hierro datang ke area bus dan mengatakan kepada saya, 'Anda harus gabung ke Real Madrid. Apa yang Anda lakukan di Lazio?'"

"Saya berkata, 'Anda gila, saya bermain di Lazio.' Dan dia melihat ke saya dan pasti mengira saya sudah gila."

embed from external kumparan

Dibanding Madrid, Lazio jelas bukan apa-apa. Setidaknya, argumen ini dapat dilihat dari perbandingan jumlah trofi kompetisi Eropa.

Meski demikian, karier Nesta bersama Lazio tak bisa dibilang buruk. Satu Scudetto, sepasang Coppa Italia, plus masing-masing gelar Supercoppa Italia, Piala Winners, dan Piala Super Eropa jadi buktinya.

Pemain Lazio, Giuseppe Favalli, berebut bola dengan pemain Real Mallorca, Lauren, dalam pertandingan final Piala Winners 1999. Foto: AFP/Rui Viera

Sayangnya, romansa dengan Lazio selama sembilan musim kudu tandas di akhir 2001/02. 'Elang Biru' dibekap krisis finansial dan dipaksa melego para pemainnya.

Salah satunya, ya, Nesta ini. Dia dilepas ke AC Milan dengan banderol 30 juta euro.

"Kemudian semuanya terjadi krisis (di Lazio), begitu parah sehingga saya dijual ke Milan. Pada akhirnya, saya bersyukur karena Milan membuat saya memacu diri di Eropa juga. Kami melakukan hal-hal besar," imbuh Nesta.

Alessandro Nesta. Foto: AFP/OLIVIER MORIN

Kesetiaan Nesta terbayarkan. Dia dilepas di klub yang tepat. Bersama Milan pula Nesta melanjutkan kejayaannya. Total 10 titel dia rengkuh, termasuk sepasang Scudetto dan Liga Champions.

====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!