Kumparan Logo

Real Madrid vs PSG: Revans Alot 'El Real'

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Federico Valverde dan Luka Modric. Foto: REUTERS/Vincent West
zoom-in-whitePerbesar
Federico Valverde dan Luka Modric. Foto: REUTERS/Vincent West

Rabu (27/11/2019), Real Madrid bakal bersua lagi dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday kelima Liga Champions 2019/20. Pertemuan terbaru keduanya berakhir nahas bagi Madrid. Mereka ditumpas tiga gol tanpa balas di Parc des Princes.

Duel kali ini mungkin saja berbeda. Pertama, Madrid bakal tampil di hadapan para pendukungnya. FYI, mereka belum pernah takluk di Santiago Bernabeu pada seluruh pertandingan musim ini.

Alasan selanjutnya, ya, karena peningkatan performa pasukan Zinedine Zidane tersebut. Sejak keok dari PSG di pertemuan pertama, rasio kemenangan mereka meningkat menjadi 66,6%. Madrid bahkan cuma sekali kalah dalam rentang waktu 12 pertandingan itu, kala keok dari Real Mallorca 0-1.

So, mampukah El Real membalas dendam kekalahan dari PSG dini hari nanti?

Duel PSG vs Real Madrid di Parc des Princes. Foto: Christophe Archambauld/AFP

Madrid: Lini Kedua Jadi Senjata

Sebelumnya perlu dimengerti bahwa sulit bagi Zidane untuk berharap banyak kepada para winger-nya. Ya, Eden Hazard masih kesulitan mencetak gol keduanya di musim ini setelah melakoni 12 pertandingan.

Sementara Gareth Bale, kabarnya masih ribet masalah internal dengan manajemen klub. Dia bahkan cuma tampil selama 23 menit di laga pemungkas Madrid.

Vinicius Junior juga tak lebih baik. Hanya 1 gol dan 1 assist yang mampu dibuatnya. Oke, masih ada Rodrygo, pemain 18 tahun yang sukses mencetak hat-trick ke gawang Galatasaray di matchday keempat.

Namun, yah, PSG jelas berbeda kualitas dengan utusan asal Turki tersebut. Jadi, sebaiknya jangan berharap banyak pada tuah Rodrygo dini hari nanti.

Untungnya Zidane punya barisan gelandang yang produktif yang bisa diandalkan dari lini kedua. Toleh saja pencipta gol di pertandingan versus Real Sociedad akhir pekan lalu. Selain Benzema, sepasang lesakan Madrid lainnya dibuat Luka Modric dan Federico Valverde.

Federico Valverde (kiri) berselebrasi bersama Luka Modric. Foto: REUTERS/Vincent West

Nama yang disebut belakangan berhasil mencuri perhatian karena berhasil mencetak dua gol beruntun. Modric lebih ciamik lagi. Dalam dua pertandingan teraktual, dia sukses mengukir 1 gol dan 3 assist.

Absennya Modric adalah salah satu alasan mengapa Madrid kalah dari PSG. Stabilitas Los Blancos berkurang tanpa kehadiran gelandang berusia 34 tahun tersebut.

Benar bahwa James Rodriguez, yang ditunjuk sebagai penggantinya, adalah sosok gelandang kreatif. Akan tetapi, dia masih kalah dari Modric soal kemampuan bertahan.

Satu nama lagi yang tak kalah penting: Karim Benzema. Penyerang yang didatangkan dari Olympique Lyon itu kini menjadi topskorer Madrid dengan 12 gol.

Bukan soal ketajaman saja yang jadi nilai jual dari Benzema, tetapi juga kemampuannya dalam mengakomodir peluang. Sudah 4 assist yang dibuatnya di lintas kompetisi. Catatan itu tertinggi di antara seluruh pemain Madrid.

Striker Real Madrid, Karim Benzema, berduel dengan para pemain Galatasaray. Foto: AFP

Nah, spesialisasi Benzema itu menjadi penting untuk mengakomodasi lini kedua yang nantinya bakal diisi Modric, Toni Kroos, dan Casemiro. Semoga saja Hazard atau Bale bisa turut berkontribusi dalam laga nanti.

PSG: Kembali Eksploitasi Sisi Tepi?

Bukan cuma Madrid yang mengalami eskalasi, melainkan juga PSG. Sepuluh dari 12 total laga berhasil mereka sapu bersih setelah kemenangan atas Madrid pertengahan September lalu.

Terpenting, PSG bakal diperkuat Neymar dan Kylian Mbappe, dua pilar yang absen di pertemuan pertama lalu. Gamblangnya, Thomas Tuchel kini punya dua alternatif tambahan selain Angel Di Maria untuk mengeksploitasi tepi pertahanan Madrid via Neymar dan Mbappe.

Angel Di Maria (putih) dikepung oleh beberapa pemain Madrid. Foto: Gonzalo Fuentes/Reuters

Perlu diingat bahwa sisi tepi jadi titik rawan buat Madrid. Aktifnya sepasang full-back mereka dalam melakukan overlap akan menimbulkan celah di sektor sayap. Situasi itulah yang kemudian mampu dimanfaatkan Di Maria dalam duel sebelumnya.

Tak cuma Di Maria malah. Juan Bernat juga berperan besar dalam mengeksploitasi posisi yang dihuni Daniel Carvajal itu. Sepasang assist yang dibuat eks penggawa Bayern Muenchen--untuk Di Maria dan Thomas Meunier--itu bisa dijadikan acuan.

Sama seperti Madrid, PSG sebenarnya diisi full-back yang agresif, yakni Bernat dan Meunier. Bedanya, PSG punya gelandang dengan mobilitas tinggi macam Idrissa Gueye dan Marco Verratti. Belum ditambah dengan Marquinhos yang kini intens didorong ke pos gelandang bertahan.

Bandingkan dengan Madrid yang cuma punya Casemiro sebagai gelandang bertahan murni. Full-back PSG leluasa rajin melakukan serangan karena ketiga gelandang mereka punya atribut defensif yang relatif tinggi.

Mauro Icardi saat merayakan gol pertamanya untuk PSG. Foto: REUTERS/Umit Bektas

Last but not least, Mauro Icardi. Pemain yang dipinjam dari Inter Milan itu berpotensi menjadi momok buat tuan rumah nanti. Dia bisa menjadi alternatif ideal bila winger PSG mengalami kebuntuan.

Catatan gol pasangan Wanda Nara itu edan-edanan. Dia selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan atau 11 gol di 9 laga termutakhir.

***

Pertandingan kelima Grup A Liga Champions 2019/20 antara Real Madrid dan Paris-Saint Germain digelar pada Rabu (27/11/2019) di Santiago Bernabeu. Sepak mula berlangsung pada 03.00 WIB.