Rekor di Balik Drama Kartu Merah yang Warnai Kemenangan Atas MU
ยทwaktu baca 2 menit

Manchester United (MU) dipermalukan Everton 0-1 dalam laga pekan ke-12 Liga Inggris 2025/26 di Stadion Old Trafford, Selasa (25/11) dini hari WIB. Padahal, tim tamu cuma bermain 10 orang hingga akhir laga. Alhasil, ada rekor tertentu yang dibuat The Toffees.
Everton harus kehilangan satu pemainnya, Idrissa Gueye, usai wasit mengganjarnya dengan kartu merah di menit 13. Alasan terciptanya kartu merah itu juga terbilang konyol.
Jadi, Gueye terlibat adu mulut hingga dengan rekan setimnya, Michael Keane. Gueye bahkan terlihat menamparnya. Keduanya harus dilerai oleh kiper Everton, Jordan Pickford. Wasit Tony Harrington lalu mengganjar Gueye dengan kartu merah.
Kalah jumlah pemain, Everton yang dinakhodai David Moyes justru bisa mencetak gol di menit 29. Umpan dari James Garner mampu diselesaikan dengan baik oleh Kiernan Dewsbury-Hall lewat sepakannya yang membuat bola bersarang di gawang MU.
Hingga akhir laga, MU tidak bisa mencetak gol penyama. Menurut Squawka, Everton adalah tim pertama dalam sejarah Premier League yang mengalahkan MU di Old Trafford setelah ada pemain yang dikartu merah.
Kejadian keributan antarpemain dari tim yang sama bukan kali pertama terjadi. Tercatat juga bahwa Gueye adalah pemain yang dikartu merah karena berkelahi dengan rekan setimnya sejak Ricardo Fuller dengan Andy Griffin yang bermain untuk Stoke City saat kontra West Ham United pada Desember 2008.
Selain itu, Everton menyudahi puasa kemenangan atas MU di Old Trafford usai terakhir kali pada 2013. Menariknya, waktu itu Everton mengalahkan MU yang dilatih David Moyes.
Sementara bagi Moyes, ini adalah kemenangan perdananya di Old Trafford dengan status sebagai manajer tim tamu usai 17 pertandingan sebelumnya selalu gagal.
Terkait keributan itu, Idrissa Gueye telah meminta maaf secara terbuka. Ia pun tidak mau mengulangi hal itu lagi.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada rekan setim saya, Michael Keane. Saya bertanggung jawab penuh atas reaksi saya. Saya juga ingin meminta maaf kepada rekan setim saya, staf, suporter, dan klub," tulisnya di insta story.
"Apa yang terjadi tidak menggambarkan diri saya dan nilai-nilai yang saya pegang. Emosi bisa lepas kendali, tapi tindakan itu tak bisa dibenarkan. Saya berjanji tidak akan terulang lagi," tandas pemain asal Senegal itu.
