Kumparan Logo

Respons Trump soal Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump mengatakan militer AS telah memulai operasi tembur besar-besaran terhadap Iran, mengikuti serangan bersama Israel yang disampaikan sebagai upaya menumpas ancaman dari rezim Iran, Sabtu (28/2/2026). Foto: Dok. Donald Trump via Truth Social/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump mengatakan militer AS telah memulai operasi tembur besar-besaran terhadap Iran, mengikuti serangan bersama Israel yang disampaikan sebagai upaya menumpas ancaman dari rezim Iran, Sabtu (28/2/2026). Foto: Dok. Donald Trump via Truth Social/Handout via REUTERS

Presiden AS, Donald Trump, menanggapi soal Iran yang terancam mundur dari Piala Dunia 2026. Dengan ketus, Trump menyatakan tidak lagi peduli dengan hal tersebut.

Adapun AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran sejak Sabtu (28/2), yang kemudian dibalas oleh Iran. Situasi masih memanas hingga kini.

"Saya benar-benar tidak peduli. Saya rasa Iran adalah negara yang sangat lemah. Mereka sudah berada di ambang kehancuran," terang Trump dikutip dari L'Equipe.

Iran merupakan negara yang lolos ke Piala Dunia via jalur Ronde 3 Kualifikasi Zona Asia. Namun situasi perang membuat mereka mempertimbangkan mundur.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi istri Lady Melania Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino saat pengundian Piala Dunia 2026 di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (5/12/2025). Foto: Mandel Ngan/AFP

"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga lah yang harus memutuskan hal itu," ucap Taj dikutip dari Marca.

Sementara, fokus FIFA adalah partisipasi semua negara dalam Piala Dunia. Berbicara pada pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Wales, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom buka suara terkait hal ini di hadapan para awak media.

"Saya membaca berita dengan cara yang sama seperti Anda pagi ini. Kami mengadakan pertemuan (Rapat Umum Pemegang Saham) hari ini dan masih terlalu dini untuk mengomentarinya secara detail," katanya dikutip dari The Athletic.

“Tetapi tentu saja kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia. Kami telah melakukan pengundian final di Washington di mana semua tim berpartisipasi dan tentu saja fokus kami adalah untuk menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua orang,” tambahnya.