Roma vs Napoli: Uji Tren Positif Kedua Kesebelasan

AS Roma kontra Napoli adalah salah satu dari grande partita (laga besar) yang akan digelar di pekan ketujuh Serie A. Napoli, sang pemimpin klasemen sementara, akan menyambangi Olimpico pada Minggu (15/10/2017) dini hari pukul 01.45 WIB.
Napoli sendiri mesti meraih kemenangan untuk menjaga jarak mereka dengan Juventus yang menguntit dari posisi kedua. Sementara Roma yang masih menyisakan satu laga lebih sedikit, juga berkewajiban untuk mengawetkan kans mereka untuk berada di papan atas.
Tren Positif
Salah satu alasan mengapa laga kali ini menarik adalah tren positif yang menghinggapi Roma dan Napoli. Kedua kubu sama-sama mengemas lima kemenangan beruntun di lima laga terakhir di semua ajang. Napoli sedikit lebih baik karena selalu memenangi 12 pertandingan Serie A terakhirnya, sementara Roma sempat keok dari Inter Milan di pekan kedua.
Kendati begitu, Roma tak perlu minder karena mereka unggul jauh dari rekor pertemuan. Dari enam perjumpaan termutakhir di Olimpico, "Serigala Ibukota" itu cuma sekali takluk, sedangkan sisanya berhasil mereka tuntaskan dengan kemenangan.
Faktor Adaptasi
Bagi Roma, musim ini sedikit berbeda dengan musim sebelumnya. Mereka tak lagi dinakhodai Luciano Spalletti dan telah ditinggal pergi pilar-pilar penting macam Antonio Ruediger, Leandro Paredes, dan Mohamed Salah. Pemain yang disebut belakangan itu bahkan menjadi tulang punggung mereka setelah sukses menyumbangkan 15 gol dan 11 assist di edisi 2016/2017.
Terlebih, Eusebio Di Francesco juga mengadopsi format 4-3-3, berbeda dengan Spalletti yang mengandalkan formasi 4-2-3-1. Alhasil, I Giallorossi membutuhkan waktu lagi untuk beradaptasi dengan skema dan para penggawa anyar mereka.

Sementara itu, Napoli nyaris tak melakukan perubahan pada skuatnya. Hal tersebut membuat keuntungan tersendiri bagi Maurizzio Sarri karena dirinya tinggal mematangkan pakem yang telah dirancang sebelumnya. Kini permainan Napoli menjadi lebih cair, apalagi Dries Mertens telah nyaman beroperasi dan makin moncer sebagai penyerang tengah.
Ketergantungan pada Dzeko
Tak ada yang salah jika Roma mengandalkan Edin Dzeko sebagai mesin gol, sebab dirinya telah teruji saat didapuk sebagai topskorer Serie A musim lalu lewat 29 gol. Konsistensinya terus berlanjut di musim ini setelah sukses mengemas tujuh gol sejauh ini.
Efek sampingnya, Roma tak bisa melepaskan ketergantungannya kepada Dzeko. Bagaimana tidak, kalkulasi gol Stephan El Shaarawy, Radja Nainggolan, Aleksandar Kolarov, dan Alessandro Florenzi masih tak lebih banyak dari koleksi Dzeko. Artinya, Roma bakal kesulitan mencetak gol jika Dzeko tidak melakukan tugasnya dengan baik.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan Napoli. Anak asuh Sarri itu memiliki banyak opsi sebagai juru gedor. Mulai dari Dries Mertens (7 gol), Jose Callejon (4 gol) serta Lorenzo Insigne, Faouzi Ghoulam, Piotr Zielinski dan Kalidou Koulibaly yang masing-masing sudah mengemas sepasang gol.
