kumparan
search-gray
Bola & Sports4 Februari 2020 19:29

Satgas Antimafia Bola Juga Awasi Rekrutmen Pemain Piala Dunia U-20

Konten Redaksi kumparan
Satgas Antimafia Bola Juga Awasi Rekrutmen Pemain Piala Dunia U-20 (61393)
Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, salah satu stadion yang direkomendasikan untuk menggelar Piala Dunia U-20 2021. Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Satgas Antimafia Bola kembali bekerja mengawasi sepak bola nasional per tanggal 1 Februari 2020. Salah satu tugas Satgas Antimafia Bola Jilid 3 tersebut ialah mengawasi rekrutmen pemain untuk Timnas U-19 yang akan turun pada ajang Piala Dunia U-20 2021.
ADVERTISEMENT
"Kami akan mengawasi bagaimana rekrutmennya nanti. Ini paling inti (penting, red) karena kami mengharapkan betul-betul Tim Nasional nanti bisa terselenggara (bermain, red) dengan baik, kemudian kita bisa dapat pemain-pemain yang baik dan semuanya bersih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020).
Pengawasan terhadap rekrutmen ini, kata Yusri, untuk menghindari adanya pemain titipan atau pihak-pihak tertentu yang menjual-belikan posisi pemain di Timnas U-19.
"Kami enggak bisa bilang ada (penjual-belian posisi pemain), kami akan mengawasi bagaimana proses rekrutmen pemain-pemain, untuk nanti kejuaraan dunia U-20 (Piala Dunia U-20, red) nanti. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan," kata Yusri.
Satgas Antimafia Bola jilid 3 juga punya kewajiban menyelesaikan kasus-kasus pengaturan skor yang diungkap sebelumnya. Selain itu, mereka diminta tetap mengawasi jalannya pertandingan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 yang sebentar lagi akan dimulai.
ADVERTISEMENT
Terkait pengawasan itu, menurut Yusri, Kasatgas Brigjen Pol. Hendro Pandowo akan mengumpulkan 13 Direktur Reserse Kriminal dari beberapa Polda yang wilayahnya menyelenggarakan pertandingan. Skema serupa sudah diberlakukan saat Satgas Antimafia Bola Jilid 2 bertugas.
"Rencana kalau lancar sekitar hari Jumat nanti kami laksanakan konferensi pers bersama teman-teman dari PSSI maupun juga dari Menpora. Ini salah satu komitmen dari polisi dalam hal ini Polri bahwa segala bentuk mafia pengaturan skor maupun pengaturan-pengaturan yang terjadi pada saat pertandingan liga maupun PSSI; ini akan kami bersihkan semua dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tutup Yusri.