Kumparan Logo

Saudara Pertama Jakmania Itu Bobotoh

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koreo Jakmania di laga lanjutan Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/7/2023). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Koreo Jakmania di laga lanjutan Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/7/2023). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Irlan Aralancia akhirnya menginjakkan kakinya di Bandung kembali setelah 1994 silam. Tokoh Jakmania itu tidak merasakan hawa dingin di 'Kota Kembang' melainkan kehangatan, perasaan hangat itu datang dari suporter Persib Bandung, Bobotoh serta Viking.

Adapun yang membuat Irlan mengunjungi Bandung kembali adalah acara 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, tragedi yang pecah pada 1 Oktober 2022 lalu dan memakan 135 korban jiwa.

Malam itu, Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Selepas laga, kerusuhan mulai terjadi dan petugas kepolisian melepaskan tembakan gas air mata.

Kemudian 'angin' membuat gas air mata mengarah ke tribune. Sesaat kepanikan merajalela, para penonton yang sesak napas coba mencari jalan keluar, dan pintu 13 yang terkunci mengakibatkan orang-orang berdesak-desakan, bertumpukkan, lantas kehilangan nyawa.

Sejumlah suporter klub sepak bola berkumpul saat doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruha di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022). Foto: Andreas Fitri Atmoko/Antara Foto

Tragedi tersebut membuat kelompok suporter menurunkan rivalitas, sadar bahwa tidak ada pertandingan sepak bola yang seharga nyawa. Tragedi itu pula berdampak pada hubungan Jakmania dan Viking, yang juga memiliki sejarah rivalitas berdarah.

40 hari setelah Tragedi Kanjuruhan pecah, Irlan berkesempatan ke Bandung untuk menghadiri pengajian. Pada saat itu tidak ada gesekan, yang ada hanya kehangatan.

"Alhamdulillah dapat kesempatan saya datang acara 40 Hari Tragedi Kanjuruhan ada doa-doa. Itu jadi awal pertama kali saya ke Bandung," cerita Irlan saat dihubungi kumparan.

"Saya diterima Ketua Viking, teman-teman casual, terus di acara saya bertemu adiknya almarhum Rangga. Dia sampai nangis, dia mintanya jangan sampai berakhir di sini [persaudaraan Jakmania dan Viking]," sambungnya.

Rangga Cipta Nugraha kehilangan nyawanya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 Mei 2012 silam. Pendukung Persib Bandung itu menjadi korban pengeroyokan.

Rangga bukan satu-satunya korban dalam pertandingan tersebut. Lazuardi dan Dani Maulana juga meninggal usai dikeroyok di GBK.

Pihak Polisi dan TNI mengamankan seseorang yang diduga Bobotoh di SUGBK, Jakarta, Rabu (10/7). Foto: Alan Kusuma/kumparan

Salah satu Jakmania, Harun Al Rasyid Lestaluhu, tewas di Stasiun Cirebon pada 2016. Setahun berselang, Ricko Andrean Maulana meninggal setelah menjadi korban salah sasaran pengeroyokan Viking di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Lalu ada Haringga Sirla yang juga menjadi korban. Ia kehilangan nyawanya di sekitar GBLA pada pertemuan Persib vs Persija di musim kompetisi Liga 1, 23 September 2018 silam.

Rivalitas Jakmania dan Viking yang memakan korban ini kontras dengan apa yang terjadi di masa lalu, tepatnya 1999. Pada saat itu, dua kelompok tersebut berbagi tribune yang sama di Stadion Lebak bulus.

Irlan bersama Jakmania Garis Keras (JGK) hadir dalam momen tersebut. Pria yang akrab disapa Abi Irlan itu mengaku ingin mengembalikan hubungan Jakmania dan Viking seperti dulu lagi.

Momen jadul Jakmania dan Viking satu tribune dalam sebuah pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Waktu Bobotoh away ke lebak bulus ramai itu, viral fotonya. Kami saudara pertama [Bobotoh]. JGK, kan, dulu di belakang gawang tribune selatan, saya nonton, saya ada di situ," cerita Irlan.

"Iya, saudara pertama Jakmania itu Bobotoh. Saya makanya sekarang mau kembalikan lagi, buat apa bermusuhan. Kita bisa tetap keren kok, karena lebih enak kalau kita adu chant [sorakan dukungan]," tambahnya.

Tragedi Kanjuruhan dirasa menjadi titik balik yang bisa menghilangkan rivalitas berdarah tersebut. Usai insiden yang menelan 135 korban itu, hampir seluruh suporter sepak bola di Indonesia bersatu.

Para kelompok suporter kompak untuk saling bergandengan dan menyudahi perseteruan. Irlan merasa ada hikmah di balik Tragedi Kanjuruhan karena bisa mempersatukan para suporter.

"Kanjuruhan ini sudah benar-benar puncaknya bahwa rivalitas itu cukup 90 menit, selebihnya kita saudara," terang Irlan.

Momen jadul Jakmania dan Viking satu tribune dalam sebuah pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Saya lihatnya hampir semua suporter mengakhiri permusuhan, duduk bareng, menyalakan lilin duka cita, berdoa, tabur bunga, itu serempak. Saya melihatnya alhamdulillah, di balik musibah ada hikmah, semua bisa bersatu. Ini sesuatu yang mustahil," tambahnya.

Irlan mengamini sepak bola sejatinya memerlukan rivalitas. Kendati demikian, rivalitas tersebut seharusnya hanya berlangsung selama 2 x 45 menit.

Pria kelahiran Jakarta itu berharap tidak ada lagi korban-korban yang berjatuhan setelah peluit panjang. Baginya, sepak bola itu hiburan, bukan kuburan.

"Sepak bola itu semestinya pemersatu dan rivalitas kita sudah kebablasan. Sudah banyak korban jiwa, buat apa meninggal luar biasa begitu," kata Irlan.

"Sepak bola itu hiburan, bukan kuburan. Akhiri permusuhan," pungkasnya.