Seberkas Cahaya untuk Persib di Lini Belakang

Masa-masa suram kini tengah menyelimuti kubu Persib Bandung. Dua kekalahan beruntun pada dua pekan terakhir--di antara empat hasil imbang--menjadi musababnya. Persib kini tak ubahnya pesakitan yang tengah mencari obat untuk segera pulih.
Bagaimana tidak, sempat menempel PSM Makassar di papan atas klasemen, perlahan tapi pasti “Maung Bandung” terjun bebas hingga akhirnya tercecer ke posisi 11 dari sembilan laga yang telah dilewati.
Seperti dalam ulasan kumparan (kumparan.com) sebelumnya, salah satu problematika yang tengah dihadapi Persib adalah melempemnya barisan serang mereka. Ketiadaan sosok stiker murni membuat Persib kesulitan mendulang gol.
Beberapa nama yang bolak-balik ditempatkan sebagai ujung tombak gagal memberikan kontribusi maksimal. Alhasil, mereka baru melesakkan delapan gol sejauh ini. Ironisnya, tak ada satu pun dari gol-gol tersebut berasal dari Shohei Matsunaga, Tantan, Sergio van Dijk, dan Carlton Cole--pemain yang pernah diplot sebagai bomber.
[Baca juga: Persib, Ferrari yang Tak Lagi Melaju Kencang]
[Baca juga: Kata Manajemen Persib Soal Masa Depan Carlton Cole]

Meski demikian, bukan berarti Persib tak memiliki kelebihan pada musim ini. Di balik muramnya lini depan, nyatanya masih terdapat seberkas cahaya pada barisan belakang.
Hingga pekan kesembilan, Persib baru kebobolan tujuh gol. Itu menjadi catatan terbaik kedua--bersama PSM dan Bali United--setelah Persija Jakarta yang hanya kemasukan lima gol.
Dari sisi statistik, pertahanan Persib pun berada di jajaran atas. Mereka mencatatkan 40 kali penyelamatan, 147 tekel sukses (57%) dengan 23 kali memblok tembakan lawan. Dan, angka itu mampu mengungguli Persija sebagai pertahanan terbaik serta PSM selaku pemuncak klasemen.
Kokohnya pertahanan Persib tentu tak bisa dilepaskan dari para pemain yang mengawalnya. M. Natshir, Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, dan Supardi Nasir menjadi nama-nama yang berkontiribusi penting bagi mantapnya lini belakang Persib.
Dimulai dari M. Natshir. Baginya, musim yang dilaluinya saat ini mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya. Tak pernah terlintas di benaknya bagaimana bisa menyingkirkan sosok senior nan kenyang pengalaman sekelas I Made Wirawan. Akan tetapi, itulah fakta yang terjadi.
Semenjak menjalani debutnya pada pekan keempat saat menghadapi Persegres Gresik, sejak saat itu pula posisi Natshir tak tergoyahkan. Statusnya kini sudah menjadi kiper utama--menyisihkan Made Wirawan.
Apa yang didapat pemain 24 tahun ini sejatinya tak berlebihan. Kepercayaan Persib dibayar tuntas dengan performa lumayan apiknya. Meski kebobolan lima gol dari enam partai, Natshir berhasil merangsek ke tiga besar jajaran kiper dengan penyelamatan terbanyak hingga pekan kesembilan.
Natshir sukses mencatatkan 24 saves. Hanya para senior yang bisa melampauinya yakni Kurnia Meiga/Arema (31 saves) dan Andritany Ardhiyasa/Persija (34 saves).
Bergeser sedikit ke depan, duet bek tengah Vujovic-Jufriyanto dipercaya menjadi salah satu duet terbaik di kompetisi sejauh ini. Penampilan konsisten keduanya mampu membuat gawang mereka tak banyak dijebol lawan.
Kelebihan keduanya terletak pada posturnya yang ideal sehingga memudahkan dalam duel bola atas. Bak menara kembar. Kedua pemain itu juga memiliki tekel yang cukup bagus. 71% untuk Vujovic, sementara Jufriyanto sebesar 63%.
Penampilan apik Natshir, Vujovic, dan Jufriyanto dilengkapi dengan pengalaman yang dimiliki Supardi. Berposisi asli sebagai bek sayap kanan, mantan penggawa Sriwijaya FC ini belakangan kerap mengisi pos sayap kiri. Hasilnya pun cukup memuaskan. Prosentase tekelnya mencapai 77%.

Meski demikian, lini belakang Persib masih meninggalkan celah di sisi kanan pada diri Henhen Herdiana. Masuknya nama Henhen ke dalam starting XI tak bisa dipungkiri lebih kepada pemenuhan kuota regulasi pemain U-23. Itu terbukti dari selalu digantinya Henhen begitu memasuki babak kedua.
Pada akhirnya, sebuah tim tak akan menggenggam hasil maksimal manakala ada satu lini yang terputus. Kokohnya lini belakang Persib tak akan berarti banyak jika barisan depan tak kunjung mencetak gol.
Hanya kebobolan tujuh gol, tetapi juga hanya memasukan delapan gol dari sembilan pertandingan, tentu bukanlah sesuatu yang pantas digoreskan tim sekelas Persib saat ini.
