Kumparan Logo

Selain Ratu Tisha, Wanita-wanita Ini Juga Punya Peran di Sepak Bola Nasional

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen PSSI, Ratu Tisha. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PSSI, Ratu Tisha. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sepak bola tak hanya menjadi milik laki-laki. Kenyataannya, banyak wanita juga turut berkecimpung di sepak bola. Tak jarang, mereka menghadirkan prestasi atau memegang jabatan yang tinggi.

Contohnya Ratu Tisha. Selain mendirikan Labbola, ia juga pernah jadi Direktur Kompetisi dan Regulasi di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Segala prestasi ini membawanya menduduki posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI sejak 2017. Ia mampu mengemban tugas dengan apik. Sejak 2017, cukup banyak torehan apik yang ia persembahkan untuk sepak bola Indonesia.

Elite Pro Academy, Liga Amatir, Garuda Select, Liga Putri, hingga terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 adalah bukti dari kinerja dari Tisha.

Nah, selain Tisha, banyak wanita-wanita lain yang juga berkecimpung di sepak bola Indonesia. Mereka mampu memberikan kontribusi bagi sepak bola nasional lewat cara mereka masing-masing.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria saat Press Conference launching Shopee Liga 1 tahun 2019. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Esti Puji Lestari

Nama Esti Puji Lestari belakangan mulai banyak diperbincangkan. Ia pernah jadi CEO Persijap Jepara dan membeli saham Persijap pada 2016. Ia juga pernah mendaftarkan diri menjadi calon Komite Eksekutif PSSI, walau akhirnya mundur.

Kini, Esti bertugas sebagai Direktur Sumber Daya Manusia di PS Tira-Persikabo. Ia juga pernah menjadi General Manager tim Tira-Persikabo Kartini di ajang Liga 1 2019. Istri dari Carlos Raul Sciuciatti ini juga tak segan untuk terjun langsung ke lapangan.

Papat Yunisal

Tisha boleh saja dianggap sebagai pemantik berjalannya Liga 1 Putri 2019. Namun, yang menyediakan sumbunya adalah Papat Yunisal. Ia adalah Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita sejak 2017 hingga kini.

Berkatnya yang juga eks pemain Timnas Wanita, sepak bola wanita bisa berjalan di Indonesia. Selain itu, Papat juga punya lisensi C Kepelatihan AFC dan pernah menduduki kursi anggota Komite Eksekutif PSSI.

Deliana Fatmawati

Jerman boleh saja memiliki Bibiana Steinhaus sebagai wasit wanita kenamaan. Jangan salah, Indonesia juga punya wasit wanita yang memiliki lisensi FIFA. Ia adalah Deliana Fatmawati.

instagram embed

Deliana jadi satu dari enam wasit Indonesia yang memiliki lisensi dari FIFA dan satu-satunya wasit wanita Indonesia yang punya lisensi FIFA. Ia adalah pemain futsal Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2011 dan 2013.

Fortunella Levyana

Fortunella adalah seorang fisioterapis wanita yang turut berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia. Ia pernah bekerja di Pelita Bandung Raya, dan sempat hampir jadi fisioterapis Persib, walau akhirnya hal itu urung terjadi.

Ia juga pernah menjadi fisioterapis Trengganu City, Namanya direkomendasikan oleh Dejan Antonic. Bukan cuma itu, Fortunella juga pernah menjadi fisioterapis di Timnas Wanita Indonesia.

Viola Kurniawati

Viola Kurniawati pertama kali bergelut di sepak bola pada 2008 silam, saat ia ikut dalam tim Persija U-15 di ajang Liga Soeratin. Dari situ, ia mulai terjun lebih dalam di dunia sepak bola Indonesia.

Beberapa posisi penting pernah Viola duduki, mulai dari Media Officer Persija hingga jadi salah satu staf di PT Liga Indonesia Baru. Pada 2019 silam, ia jadi CEO PSS Sleman, sebelum akhirnya ia mundur dari posisi itu pada akhir tahun 2019.

Acara La Liga Talks dihadiri Guntur Cahyo Utomo (PSS Sleman), Rodrigo Gallego (La Liga), Viola Kurniawati (PSS Sleman), dan Fajar Junaedi (Asprov PSSI DIY). Foto: Dok. La Liga

Grace Joselini Corlesa Setiawan

Dr Grace Joselini Corlesa Setiawan sempat jadi perbincangan. Ia menjadi staf medis dari Timnas Wanita Indonesia jelang ajang Asian Games 2018. ia bertugas mengatur kondisi kebugaran pemain.

Selain di sepak bola, mantan Puteri Indonesia Kalimantan Timur 2009 ini juga ternyata pernah ambil bagian di tim gulat hingga tim atletik Indonesia. Posisinya pun tidak jauh dari dunia medis.

Sally Atyasasmi

Jika kamu melihat ada sosok wanita yang duduk di bangku cadangan Persibo Bojonegoro, jangan kaget. Ia adalah Sally Atyasasmi, Manajer Persibo yang juga merupakan seorang aktivis wanita sekaligus Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro.

Sebelum jadi manajer tim, Sally sempat jadi bendahara tim Persibo pada tahun 2015. Ia kerap mengunggah kebersamaan dengan para pemain dan suporter Persibo di media sosialnya.

Indah Kurnia

Selain Sally, manajer wanita lain di Indonesia adalah Indah Kurnia. Ia pernah menjadi manajer di Persebaya pada 2006 hingga 2008, membawa Persebaya menjuarai Divisi I pada 2006.

instagram embed

Indah juga mengaku kerap melakukan lobi-lobi dengan Joko Driyono, ketika Persebaya tidak diakui oleh PSSI. Ia berjuang dari bawah tanah agar Persebaya bisa kembali mentas di kompetisi sepak bola nasional.

***

Selain para wanita di atas, masih ada juga Vivin Cahyani Sungkono (Exco PSSI) dan Triana Dewi Seroja (Ketua Komite Banding PSSI).

Ada juga sosok Tuty Dau yang menjadi Exco PSSI pada periode 2011 hingga 2015. Belum lagi para pesepak bola wanita yang mulai muncul ke permukaan seperti Zahra Muzdalifah dan Safira Ika Putri.

Tisha, beserta kolega-koleganya di atas, memberi unjuk bahwa kontribusi wanita dalam sepak bola nasional bukanlah sebuah remeh-temeh.