Kumparan Logo

Sengketa 115 Dakwaan Manchester City Masuki Babak Baru

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Erling Braut Haaland dari Manchester City terlihat di tribun sebelum pertandingan di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, 7 Januari 2024.
zoom-in-whitePerbesar
Erling Braut Haaland dari Manchester City terlihat di tribun sebelum pertandingan di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, 7 Januari 2024.

Liga Primer Inggris menjaga kerahasiaan proses hukum terkait dakwaan pelanggaran finansial Manchester City demi menghormati regulasi independen yang berlaku saat ini. Kasus raksasa yang melibatkan 115 dakwaan tersebut dikabarkan telah mencapai keputusan awal oleh independent tribunal, meskipun belum ada pengumuman resmi dari kedua belah pihak yang bersengketa.

CEO Liga Primer Richard Masters memilih untuk tidak memberikan komentar terbuka demi menjaga integritas proses persidangan yang bersifat private and confidential. Dia menegaskan dalam berbagai kesempatan bahwa, “Tidak banyak yang bisa saya katakan, kami hanya harus membiarkan proses ini berjalan sendiri.”

Implikasi Kebocoran Informasi dan Jalur Banding

Isu mengenai leak atau kebocoran informasi pada hari Jumat lalu berpotensi memicu konsekuensi serius jika Manchester City memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum formal. Kubu manajemen klub dapat berargumen bahwa proses persidangan sudah tidak berjalan secara adil dan imparsial akibat tersebarnya spekulasi di media sebelum keputusan resmi dirilis.

Berdasarkan regulasi kompetisi, Manchester City tidak memiliki hak untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS (Court of Arbitration for Sport). Aturan Liga Primer secara tegas menyatakan bahwa segala bentuk keberatan atas putusan independent tribunal harus diselesaikan melalui komisi banding internal khusus yang diisi oleh panel tiga orang. Namun, jika klub merasa proses tersebut tidak berjalan adil, mereka memiliki opsi terakhir untuk menggugat lewat Pengadilan Tinggi atau High Court.

Potensi Gugatan Hukum dari Klub Rival

Apabila seluruh dakwaan pelanggaran finansial ini terbukti benar di meja hijau, klub-klub peserta Liga Primer berpotensi menuntut ganti rugi dalam jumlah yang sangat besar. Para pengacara diperkirakan akan segera mendekati klub-klub yang merasa dirugikan secara kompetitif maupun finansial selama periode pelanggaran tersebut terjadi.

Kendati demikian, keputusan untuk menempuh jalur hukum ini tidak akan mudah karena melibatkan solidaritas kolektif 20 klub anggota liga. Setiap klub harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap stabilitas dan citra kompetisi secara keseluruhan sebelum memutuskan untuk menyeret Manchester City ke pengadilan sipil.

Sorotan Terhadap Kasus Kontrak Ganda Roberto Mancini

Pangkal dari perseteruan panjang ini berakar pada dokumen rahasia yang dibocorkan oleh media Jerman Der Spiegel pada tahun 2018 silam mengenai mantan manajer Roberto Mancini. Dokumen tersebut mengklaim bahwa pelatih asal Italia itu menerima dua kontrak kerja paralel saat menangani klub.

Kontrak pertama menyebutkan bahwa Mancini menerima upah bersih sebesar 1,45 juta poundsterling untuk melatih Manchester City, sedangkan kontrak kedua bernilai 1,75 juta poundsterling per tahun untuk menjadi konsultan klub Al Jazira di Abu Dhabi. Manajemen klub secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa email-email yang tersebar telah dipotong di luar konteks aslinya untuk menyudutkan mereka.