Kumparan Logo

Serba-serbi Community Shield yang Perlu Kamu Tahu

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Manchester City menangi Community Shield. Foto: REUTERS/Toby Melville
zoom-in-whitePerbesar
Manchester City menangi Community Shield. Foto: REUTERS/Toby Melville

Selamat datang Agustus, selamat datang kembali sepak bola dari tanah Inggris!

Ya, seperti biasanya, kompetisi sepak bola Inggris musim ini bakal dibuka dengan gelaran Community Shield. Karena Manchester City menjuarai Premier League sekaligus Piala FA musim lalu, maka mereka bakal menghadapi Liverpool -- yang menjadi runner-up liga musim 2018/19 -- pada Minggu (4/8/2019).

Nah, udah dekat banget, 'kan? Makanya kumparanBOLA bakal menyuguhkan sejumlah cerita dan data menarik terkait dengan kompetisi yang telah berjalan 111 tahun ini dalam format tanya-jawab di tulisan ini. Yuk, mari, sekut!

Kenapa namanya Community Shield? Perasaan dulu orang-orang bilangnya Charity Shield, deh...

Memang dulu nama kompetisi ini Charity Shield. Tapi, biar asyik, kita ngalor-ngidul sebentar, boleh?

Jadi, gini ceritanya. Charity Shield-nya FA itu merupakan pengganti Charity Shield-nya Sheriff of London yang digelar pada 1898. Bedanya, versi Sheriff of London mengusung konsep profesional versus amatir. Sementara, Community Shield ala FA mulanya mengusung tema champion melawan champion.

Kenapa konsepnya berubah? Karena di tahun 1908, tahun pertama FA Charity Shield digelar, FA tengah diboikot tim amatir. Akhirnya, Manchester United (kampiun First Division) harus berduel dengan Queens Park Rangers (jawara Southern League) pada edisi pertama turnamen ini.

Trofi Community Shield (Ilustrasi) Foto: Reuters

Oke, sekarang kita bakal mulai bahas kenapa namanya berubah. Sesuai namanya, mulanya Charity Shield digelar sebagai ajang penggalangan dana untuk pihak-pihak yang membutuhkan. Namun, di tahun 2002, Badan Amal di Inggris menyadari bahwa FA gagal memenuhi sejumlah aturan di charity law.

Spesifiknya, FA gagal menjawab berapa persen uang dari hasil penjualan yang disisihkan untuk sumbangan. Hingga menunda proses penerusan dana ke badan-badan amal yang sudah disetujui. Ujung-ujungnya, FA mengambil jalan untuk mengubah turnamen ini menjadi Community Shield.

Sistemnya dari dulu emang juara liga versus vs juara Piala FA (jika tidak, runner-up liga), atau gimana?

Seperti yang disinggung sedikit tadi, jawabannya enggak. Pada 1908, formatnya adalah kampiun First Division versus jawara Southern League. Kemudian kembali menjadi laga amatir XI versus profesional XI pada 1913.

Namun, di era 1920-an, formatnya jadi beragam banget. Bayangin aja, konsep turnamen ini pada masa itu bisa hampir setiap tahun berubah! Tapi, di tahun 1921, FA memperkenalkan konsep jawara liga bertemu dengan Piala FA di Community Shield untuk pertama kalinya.

Sistem ini kembali diterapkan pada 1931 dan bertahan sampai sekarang.

Ya, pengecualian khusus untuk gelaran Community Shield 1950, yang mempertemukan skuat Timnas Inggris untuk Piala Dunia 1950 dengan perwakilan FA untuk tur Kanada. Atau saat Tottenham Hotspur menjadi tim pertama berstatus double winners pada 1960/1961. Akhirnya, The Lilywhites diadu dengan FA XI.

Perlu disinggung pula momen ketika Arsenal menolak tampil di Community Shield pada 1971. Padahal, musim sebelumnya The Gunners telah menjuarai Piala FA dan liga. Akhirnya, Leicester City yang berstatus kampiun Division Two (sekarang Championship) 1970/71 yang diadu dengan Liverpool -- runner-up FA Cup 1971.

Gambaran suasana Community Shield di era 70-an. Foto: Wikimedia Commons

Pengecualian lainnya terjadi pada tahun 1972. Kala itu, Derby County yang berstatus sebagai juara bertahan liga kompak dengan Leeds United yang menjuarai Piala FA 1972 menolak untuk ikut di Community Shield. Akhirnya, dipilihlah Manchester City (finis di peringkat keempat) dan jawara divisi ketiga liga Inggris, Aston Villa.

Community Shield paling aneh terjadi di tahun berikutnya. City, yang finis di peringkat ke-11 di musim 1972/72, bersua Burnley yang menjadi kampiun Division Two di turnamen ini. Ya, kami tahu, banyak banget pengecualiannya.

Baru setelah Premier League muncul di 1992 dibuat peraturan tegas bahwa yang tampil di Community Shield adalah kampiun liga dan jawara Piala FA. Jika kebetulan ada tim yang juara FA sekaligus liga, maka lawannya adalah runner-up Premier League. Peraturan ini berjalan hingga sekarang.

Harus banget di Wembley, ya, Community Shield?

Hmm... ide menggelar Community Shield di Wembley baru dijalankan di tahun 1974. Ide ini datang dari Ted Croker, yang saat itu masih menjadi Sekretaris FA.

Prestisius, gak, sih, Community Shield?

Soal ini, debatable, sih. Tahun 2008, Sir Alex Ferguson masih melatih Manchester United dan kala itu dia mengatakan Community Shield tak lebih dari sekadar laga pemanasan. Sementara, Mark Lawrenson pernah menulis di BBC bahwa Community Shield merupakan glorified friendly.

Namun, Claudio Ranieri, Antonio Conte, hingga Pep Guardiola merasa laga ini penting. Kebetulan ketiga pelatih ini memiliki pengalaman melatih di luar Inggris. Dan di luar Inggris, turnamen seperti ini memang memiliki prestise lebih tinggi.

Kejadian unik macam apa yang pernah terjadi di turnamen ini?

Selain laga-laga yang unik yang sempat disebutkan sebelumnya, ada lagi, kok. Ingat pertandingan Nankatsu versus Meiwa di final kejuaraan SD? Iya, ini dari Captain Tsubasa, dan akhirnya kedua tim keluar sebagai pemenang karena hasilnya imbang.

Nah, rupanya kejadian itu bisa terjadi juga di dunia nyata. Tahu, tidak, ada empat hasil imbang di Community Shield dalam kurun 1980-1990? Masalahnya, di era tersebut belum diperkenalkan sistem adu penalti untuk menentukan siapa pemenang turnamen ini.

Ronnie Whelan dan Steve Bruce memegang trofi Charity Shield (sekarang Community Shield) di tahun 1990. Foto: Twitter / @sprtsfanatic

Terus, gimana dengan pialanya? Ya, satu tim diperbolehkan memiliki trofi Community Shield selama enam bulan. Nanti, baru pindah pindah ke tim 'juara' lainnya. Liverpool dan Manchester United menjadi tim terakhir yang merasakan ini. Di tahun 1990, kedua tim bertemu di ajang ini dan laga berakhir imbang 1-1.

Baru di tahun 1993 FA berpikir seperti ini, "Aneh, ya, rasanya turnamen ini?" Kemudian diperkenalkan sistem penalti jika selama 90 menit tidak ditemukan pemenang di tahun itu. Tujuannya, ya, supaya Community Shield tidak berakhir kentang alias tanggung.

Jadi, di antara City dan Liverpool, siapa yang lebih sering menjadi juara Community Shield?

Ya.... Karena Liverpool lebih dulu besar dari City, ya, Liverpool. 'Si Merah' sudah mengoleksi 15 gelar, sementara City baru 5.

Liverpool, kampiun Community Shield 2006. Foto: CARL DE SOUZA / AFP

Dan soal head-to-head, gimana?

City dan Liverpool baru bertemu sekali di ajang Community Shield. Namun, jika mengacu pada 10 pertemuan terakhir di seluruh ajang, masih unggul Liverpool. Skuat besutan Juergen Klopp ini sudah mengoleksi 5 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 sisanya kekalahan.

Tapi, City tetap harus diwaspadai, 'kan?

Itu sudah pasti. Liverpool memang baru mengalahkan Olympique Lyonnais pada Kamis (1/8/2019), dini hari WIB. Akan tetapi, Liverpool gagal menggapai kemenangan di empat laga pramusim sebelumnya.

Dengan kata lain, Liverpool masih butuh waktu untuk menunjukkan performa terbaiknya. Perlu diingat juga bahwa Sadio Mane baru bakal bergabung setelah Community Shield.

Sementara, City terus menggapai kemenangan demi kemenangan di pramusim ini. Plus, perlu diingat juga ada faktor Sergio Aguero. Penyerang Argentina ini telah mencetak 3 gol dalam 5 pertemuan terakhir dengan Liverpool di liga.

Sergio Aguero merayakan gol untuk Manchester City. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Selain itu, Aguero tak asing dengan Community Shield. Tahun lalu, saat City menang 2-0 atas Chelsea, seluruh golnya datang dari Aguero. Jika berhasil mencetak gol di laga ini, maka Aguero bakal mengulang catatan Adrian Heath saat masih di Everton. Dari 1985-1986, Heath mencetak gol di dua Community Shield secara beruntun.

Jadi, bagaimana kemungkinan laga ini bergulir?

Bakal sengit, mengingat rivalitas kedua tim yang memanas dalam beberapa tahun terakhir. Dan terbuka juga skenario untuk sejumlah para wonderkid untuk menghiasi susunan kesebelasan dan mencuri perhatian. Misalnya, Harry Wilson di sisi Liverpool atau Phil Foden dari sisi City.

Satu hal yang jelas, City bakal pakai jersi keren ini di laga nanti. Pengin, 'kan?

X post embed