Setelah Perpanjang Kontrak, Apa Selanjutnya untuk Mohamed Elneny?

Meski tugasnya tampak sepele, peran seorang gelandang bertahan sangatlah penting bagi sebuah tim. Sebab, gelandang bertahan merupakan salah satu penentu keberhasilan proses transisi sebuah tim.dari menyerang ke bertahan, atau sebaliknya.
Nah, di posisi inilah Arsene Wenger menemui sebuah problem.
Dalam artikelnya berjudul 'Check Their DMs' kolumnis sepak bola kenamaan, Michael Cox, menuturkan bagaimana tim-tim enam besar di Premier League memanfaatkan gelandang bertahan mereka. Namun, berbeda dari kelima tim lainnya, Cox melihat bahwa Arsenal sangat memaksakan diri.
Wenger sangat ingin gelandang bertahan memainkan peran deep lying midfielder –peran yang mengharuskan seorang gelandang bertahan untuk mahir dalam melakukan build-up serangan sekaligus pandai mengantisipasi serangan. Sayangnya, sudah berkali-kali dicoba, Granit Xhaka tak bisa mengemban peran itu.
Akan tetapi, harusnya tak susuah-susah amat bagi Arsene Wenger untuk menyelesaikan sengkarut gelandang bertahan Arsenal. Ia sendiri pernah menemukan solusinya ketika menghadapi Chelsea dalam partai leg II Piala Liga di Emirates Stadium, 25 Januari 2018 lalu.
Kala itu, alih-alih sebagai gelandang bertahan, Xhaka ditempatkan menjadi gelandang tengah dalam sistem 4-3-3 –posisi yang sangat sesuai dengan atribut menyerang yang ia miliki.
Lantas, siapa yang mengemban peran gelandang bertahan di laga itu? Orang itu adalah Mohamed Elneny.
Tentu, Elneny tak punya atribut untuk memainkan peran sebagai deep lying midfielder. Beruntung, ia tak bermain dengan peran itu di laga tersebut. Di laga itu, Elneny bermain sebagai gelandang perusak permainan sebagaimana yang biasa ia lakukan. Hasilnya pun manis: Arsenal menang 2-1.
Sejak laga itu, Elneny telah bermain di lima laga. Memang, hanya dua laga saja yang berakhir kemenangan, tetapi –kecuali kekalahan 0-1 dari Tottenham Hotspur pada Februari silam– kekalahan-kekalahan itu bisa dimaklumi dan salah satunya justru memperlihatkan betapa pentingnya sosok Elneny bagi The Gunners.
Ketika Arsenal sedang bermain imbang 1-1 dengan Swansea City pada 31 Januari, pada menit ke-60 Elneny ditarik keluar dan digantikan oleh Henrikh Mkhitaryan. Satu menit setelah itulah Jordan Ayew berhasil mencetak gol kedua untuk The Swans. Dua gol menjadi tiga gol untuk Swansea berkat gol Samuel Raymond Clucas di menit ke-86.
Sementara, kekalahan satunya lagi datang ketika Arsenal bermain dengan lapis kedua ketika bersua Oestersunds di babak 32 besar Liga Europa.
Jadi, tak ada salahnya 'kan memasang Elneny sebagai gelandang bertahan secara reguler lagi di Arsenal? Lagipula, apa, sih, gunanya memberikan kontrak jangka panjang kepada seorang pemain jika pemain itu tak bermain secara reguler?
Ya, pada Senin (26/3) lalu Arsenal mengumumkan bahwa mereka telah memberi kontrak jangka panjang untuk Elneny, meski detailnya tidak dibocorkan. Maka dari itu, seharusnya ini menjadi sebuah pertanda bahwa pemain asal Mesir ini memang punya masa depan cukup cerah bersama 'Meriam London'.
