Kumparan Logo

Setelah Shin Tae-yong, Giliran Luis Milla Presentasi di Depan PSSI

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luis Milla Aspas saat masih membesut Timnas Spanyol U-21. Foto: AFP/Jonathan Nackstrand
zoom-in-whitePerbesar
Luis Milla Aspas saat masih membesut Timnas Spanyol U-21. Foto: AFP/Jonathan Nackstrand

Luis Milla bukanlah nama baru di sepak bola Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia dan Timnas U-23 Indonesia. Namun, untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia yang baru, ia tetap harus melakukan presentasi di depan pengurus PSSI.

PSSI sendiri punya dua kandidat, yakni Shin Tae-yong dan Milla sendiri. Shin sudah melakukan presentasi di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 November lalu. Kini, Milla melakukan presentasi di Manila, Filipina, pada Jumat (29/11) malam.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (alias Iwan Bule) sedang memang sedang berada di Filipina untuk menemani Timnas U-23 yang berlaga di SEA Games 2019. Ia didampingi Wakil Ketua Umum Iwan Budianto dan Cucu Somantri dan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha.

Per laporan situsweb resmi PSSI, presentasi Milla berlangsung selama dua jam. "Pengurus PSSI memberikan kesempatan kepada Milla untuk menjelaskan proposal dan rencana program kepelatihannya. Milla hadir bersama Eduardo (Perez) yang merupakan mantan asistennya saat melatih timnas Indonesia beberapa waktu lalu," demikian pernyataan dari PSSI.

"Tentu targetnya adalah juara yang menjadi tolak ukur. Jika gagal, mereka secara sadar harus mengakui dan tidak lagi menyalahkan federasi," kata Cucu usai pertemuan.

Luis Milla ketika menangani Timnas Indonesia untuk pertama kalinya. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA

Luis Milla sendiri mengaku senang atas undangan ini dan berharap bisa menangani Timnas Indonesia kembali. "Saya ingin kembali karena saya suka atmosfer sepak bola Indonesia dan tantangannya," katanya.

Harga juga menjadi bahan pertimbangan, selain program yang ditawarkan kedua pelatih. Sejauh ini federasi memang lebih dekat ke Shin yang punya harga lebih ekonomis ketimbang Milla.

Shin menawarkan kontrak sekitar Rp700 juta per bulan. Beda dengan Luis Milla yang banderolnya mencapai Rp1,3 miliar per bulan.