Shahar Ginanjar Jadi Pemain Terbaik Pekan Keenam Liga 1 2019

Tak ada Andritany Ardhiyasa, Shahar Ginanjar pun jadi. Ya, Persija Jakarta kini tak perlu waswas apabila Andritany absen, karena sang deputi membuktikan diri cukup bertaji.
Laga pekan keenam Liga 1 menghadapi PSS Sleman, Rabu (3/7/2019) lalu, menjadi bukti. Andritany mesti absen karena cedera, sehingga pelatih Julio Banuelos mendaulat Shahar untuk berdiri di bahwa mistar. Hasilnya cukup positif karena Persija menorehkan clean sheet dalam kemenangan 1-0.
Sebenarnya, Persija tampil tertekan di laga tersebut. Khususnya di babak kedua, PSS merespons kondisi tertinggal dengan melancarkan serangan dan mengepung pertahanan dari Persija.
Namun, Shahar bisa membuat aman gawang Persija. Salah satu penyelamatan penting Shahar terjadi di babak kedua saat menepis sepakan jarak dekat dari Brian Ferreira.
Menerima bola di sisi kanan kotak penalti, Brian mengontrol terlebih dahulu. Ia lantas sedikit mendorong bola tersebut ke depan, lalu diakhiri dengan sepakan keras kaki kanan yang mengarah ke gawang. Tapi, gol urung tercipta berkat apiknya penampilan Shahar.
Kepiawaian Shahar mengawal gawang dan membawa Persija menang menobatkan ia menjadi pemain terbaik Liga 1 pekan keenam. Nama Shahar juga tercantum di Team of the Week.
Sementara, penghargaan pemain muda terbaik minggu keenam jatuh ke winger Persebaya, Osvaldo Haay. Dua assist dari mantan pemain Persipura itu mengantarkan 'Bajul Ijo' menang atas Persela Lamongan 3-2.
Di posisi pelatih, ada arsitek Bhayangkara FC, Alfredo Vera. Kesuksesan Bhayangkara menang 2-1 di markas Persib menjadi alasan untuk menobatkan pria asal Argentina itu menjadi pelatih terbaik pada pekan keenam.
Selain tiga penghargaan itu, Liga 1 juga mengumumkan 18 pemain terbaik di pekan keenam. So, siapa saja mereka? Berikut ulasan singkatnya.
Penjaga gawang sudah pasti milik dari Shahar Ginanjar. Penghargaan pemain terbaik saja sudah jatuh ke tangan dia, masa tidak masuk skuat terbaik pekan keenam.
Di lini belakang, operator kompetisi menjatuhkan pilihan kepada Willian Pacheco (Bali United), Jajang Mulyana (Bhayangkara FC), Agung Prasetyo (Semen Padang), dan Ardi Idrus (Persib Bandung). Kecuali Ardi, tiga nama di atas menjadi pendulang gol untuk klubnya masing-masing di pekan keenam.
Beranjak ke tengah, tiga nama terpilih adalah Essengue Parfait (Tira-Persikabo), Irfan Jaya (Persib Bandung), dan Lucky Wahyu (Persela Lamongan). Ketiganya juga menjadi penyumbang gol untuk timnya masing-masing. Khusus untuk Essengue, pemain PS Tira itu sukses membuat gol jarak jauh dan di menit akhir untuk membawa timnya menang di markas Arema.
Posisi penyerang di isi nama-nama yang biasa menghuni skuat Timnas Indonesia maupun Timnas U-23. Ilija Spasojevic (Bali United) dan Alberto Goncalves (Madura United) menjadi dua nama senior yang masuk ke dalam tim terbaik. Satunya lagi adalah Osvaldo Haay (Persebaya) yang menjadi langganan Timnas U-23. Ketiga pemain depan ini memang memiliki andil yang besar untuk kemenangan timnya.
Lalu, Ega Rizky (PSS Sleman), Ribeiro Dos Santos (Persipura), Muhammad Rifqi (Semen Padang), Flavio Beck (Bhayangkara FC), Fadil Sausu (Bali United), Konate Makan (Arema FC), dan Ciro Alves (Tira-Persikabo) menjadi pemain di bangku cadangan yang melengkapi daftar penghargaan untuk Liga 1 pekan keenam.
