Kumparan Logo

Siapa Penyerang yang Ditakuti Gianluigi Buffon?

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gianluigi Buffon, karang kokoh itu sendiri. (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Gianluigi Buffon, karang kokoh itu sendiri. (Foto: Reuters)

Penyerang adalah musuh utama dari penjaga gawang. Penjaga gawang dituntut bisa menghalau setiap serangan dan tembakan yang dilepaskan para pemain depan. Oleh karenanya, para penjaga gawang hebat pasti memiliki pemain depan yang mereka takuti.

Tak terkecuali salah satu penjaga gawang terbaik dunia saat ini, Gianluigi Buffon. Portiere asal Italia ini memiliki satu nama yang sangat ia takuti.

Nama yang dimaksud adalah Ronaldo. Bukan, bukan Cristiano Ronaldo bintang Portugal itu, melainkan Ronaldo Luis Nazario de Lima, predator asal Brasil yang ditakuti oleh Buffon.

"Penyerang yang membuat masalah bagi saya adalah Ronaldo, pemain Brasil itu," ujar Buffon seperti dilansir Soccerway.

"Dia pemain yang sempurna. Dia memiliki tenaga, kecepatan, intuisi, teknik yang baik serta kecekatan," lanjut Buffon.

"Dia seperti pemain yang dibuat di laboratorium," tambah Buffon.

Ucapan Buffon memang tidak salah. Anda boleh ikut komplotan pengkritiknya yang menyebutnya kegendutan dan keseringan dugem, tetapi pada masa terbaiknya, Ronaldo adalah striker jempolan.

Total 284 gol ia cetak selama berkarier di klub profesional. Sedangkan bersama Tim Nasional Brazil, Ronaldo berhasil mengemas 64 gol dalam 98 penampilan. Satu gelar Piala Dunia pun sudah pernah Ronaldo cicipi pada tahun 2002 lalu.

Selain menyebutkan siapa penyerang yang paling ditakuti, Buffon pun membeberkan alasan mengapa ia memilih posisi penjaga gawang dalam karier sepak bolanya.

Ronaldo Luis Nazario da Lima (Foto: Paolo Bruno)
zoom-in-whitePerbesar
Ronaldo Luis Nazario da Lima (Foto: Paolo Bruno)

"Ketika saya kecil ada seseorang yang berpengaruh dalam hidup saya:Thomas N’Kono, penjaga gawang Kamerun," tutur Buffon.

"Saya melihat dia pada Piala Dunia 1990. Setelah Italia, Kamerun adalah tim favorit saya," lanjutnya.

Pilihan Buffon untuk mengidolai N'Kono memang tidak salah. Penjaga gawang yang sempat merumput bersama Espanyol itu memiliki postur tubuh yang tinggi besar serta cukup kuat untuk menjadi seorang penjaga gawang.

Buffon pun terkesan dengan penampilan N'Kono kala membawa Kamerun menang menghadapi Argentina.

"Saya ingat pertandingan pertama, waktu itu Argentina menghadapi Kamerun. Kamerun menang dan pada saat itu saya memutuskan untuk menjadi seorang penjaga gawang," tutup Buffon.

Saat ini gantian Buffon yang diidolai oleh para penjaga gawang muda. Bagamana tidak menjadi idola, selain piawai di bawah mistar, Buffon juga bergelimang prestasi. Meski sudah dimakan usia, Buffon tetap menjadi andalan bagi Tim Nasional Italia dan Juventus.