Kumparan Logo

Analisis: Smalling dan Jones sebagai Sumber Masalah United

kumparanBOLAverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi Smalling dan Jones ketika menghadapi Spurs. (Foto: Eddie Keogh / Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Smalling dan Jones ketika menghadapi Spurs. (Foto: Eddie Keogh / Reuters)

Semua bermula saat Manchester United bertandang ke Wembley, Kamis (1/2/2018) dini hari WIB, untuk menghadapi Tottenham Hotspur pada pekan ke-27 Premier League.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Spurs tersebut, duet Chris Smalling dan Phil Jones menuai banyak kritik. Jika Smalling dikritik karena kesalahan pada gol pertama, Jones dicerca karena menciptakan gol bunuh diri.

Apa yang terjadi dalam laga tersebut semestinya membuat Jose Mourinho kapok. Namun, pada kenyataannya tidak demikian. Menghadapi Newcastle United di St. James' Park pada Minggu (11/2), Mourinho kembali memercayakan lini belakang United kepada mereka.

Pilihan Mourinho kembali menjadi blunder saat United pulang dengan tangan hampa. Keberadaan keduanya di lini belakang membuat United lagi-lagi terkapar, setelah menyerah dari tuan rumah dengan skor 0-1.

Tak heran, usai laga tersebut, eks pemain United, Phil Neville, berkomentar soal pasangan tersebut. Menurut Neville, keberadaan dua pemain ini di lini belakang seakan menambah persoalan yang ada di United.

“Mereka memiliki catatan defensif yang apik karena keberadaan David De Gea di posisi penjaga gawang dan (Nemanja) Matic di depannya,” kata Neville. “Namun, pada dua laga tandang terakhir, Smalling dan Jones seakan menunjukkan bahwa mereka bermasalah.”

Apa yang dikatakan oleh Neville soal kolaborasi mereka tak sepenuhnya salah. Dalam laga tersebut, penampilan keduanya memang tak buruk, tapi, ya, tak benar-benar apik untuk ukuran kesebelasan besar seperti United.

Dalam laga melawan Newcastle, Smalling dan Jones sebenarnya mencatatkan jumlah yang apik saat melakukan sapuan dan duel udara. Sembilan sapuan dan 10 kemenangan saat melakukan duel udara bukan jumlah yang buruk.

Masalahnya, catatan apik pada dua atribut tak berlaku saat mereka melakukan intersep dan tekel. Pada pertandingan tersebut, mereka hanya mampu membukukan empat intersep dan dua tekel berhasil.

Sudah tahu persoalannya di mana?

embed from external kumparan

Selama satu musim lebih menangani United, Mourinho kerap memilih bek tengah dengan tipikal berbeda di skuatnya. Dalam periode itu pula, Mourinho jarang menggunakan dua bek dengan tipikal yang sama sebagai starter.

Smalling sendiri cenderung bermain di posisi yang lebih dalam. Kemampuan memotong bola dan gaya bermain yang luwes membuatnya dipilih untuk menjadi lapisan terakhir di lini belakang ‘Iblis Merah’.

Di sisi lain, Jones kerap dimainkan di posisi yang lebih tinggi. Gaya bermain yang begitu agresif membuatnya diandalkan untuk menjadi penghalau serangan lawan sebelum memasuki kotak penalti.

Masalahnya, hal di atas cuma berlaku di atas kertas. Di lapangan, ada beberapa karakteristik yang kadang membuat mereka begitu mudah untuk dimanfaatkan oleh lawan.

Beberapa karakteristik tersebut berhubungan dengan mental. Beberapa di antaranya adalah pengambilan keputusan, penempatan posisi, hingga konsentrasi saat menjalani pertandingan.

Masalah-masalah tersebut memang tak memiliki tolok ukur. Namun, melihat dari apa yang mereka tampilkan di atas lapangan, persoalan-persoalan tersebut begitu sering terjadi dan terus berulang.

embed from external kumparan

Di atas lapangan, keduanya sering terlihat ragu-ragu untuk menentukan kapan saat yang tepat untuk memotong bola. Padahal, untuk ukuran seorang pemain belakang, ada beberapa momen yang seharusnya diputuskan secepat mungkin.

Sementara itu, secara teknis keduanya bermasalah saat diharuskan menjaga pergerakan lawan. Konsentrasi yang kerap hilang di beberapa momen, lagi-lagi menjadi sebab seringnya mereka gagal menutup pergerakan lawan.

Persoalan yang ditimbulkan oleh Smalling dan Jones seharusnya bisa diantisipasi oleh Mourinho. Memainkan mereka secara bersamaan sama saja dengan meningkatkan rasio lawan untuk mencetak gol ke gawang United.

Mourinho sebenarnya memiliki pilihan yang beragam untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa di antaranya adalah tak membiarkan mereka bermain dalam satu pertandingan yang sama atau mengubah pola kombinasi di posisi bek tengah.

Memperbaiki masalah seperti ini memang tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Sekarang tergantung kepada Mourinho: ingin bek tengahnya lebih baik atau terus menerus jadi bulan-bulanan lawan?