kumparan
21 Desember 2018 18:12

Solskjaer: Meniru Ferguson, Mengembangkan United Kemudian

Ole Gunnar Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer, kini jadi pelatih interim United. (Foto: Jason Cairnduff/Reuters)
Tiga hari sudah Ole Gunnar Solskjaer mengemban tugas anyarnya sebagai pelatih interim Manchester United. Pria berusia 45 tahun itu telah diutus menjadi penerus Jose Mourinho yang dinilai gagal menuntun 'Iblis Merah'.
ADVERTISEMENT
Dalam konferensi pers pertamanya, Solskjaer menegaskan bahwa dirinya banyak mendapatkan inspirasi dari sosok Sir Alex Ferguson. Maklum saja, Solskjaer telah bernaung di bawah arahan pelatih tersukses United itu selama 11 tahun lamanya.
"Dia memengaruhi saya dengan segalanya (yang dia punya). Cara dia berurusan dengan orang-orang, cara dia menjadi manajer klub, bagaimana dia membuat 25 pemain berkelas internasional tetap bahagia dan lapar (gelar), serta hasrat untuk bergeak ke arah yang lebih baik dan juga kepada para staf," kata Solskjaer sebagaimana dilansir Sky Sport.
Ole Gunnar Solskjaer
Legenda United, Ole Gunnar Solskjaer. (Foto: AFP/ANDREW YATES)
Melalui Ferguson pula jalan karier Solskjaer mulai terbuka lebar. Dia didatangkan ke United pada Juli 1996. Usianya yang saat itu baru menginjak 23 tahun, membuat publik menebak bila Solskjaer hanya akan menjadi penghangat bangku cadangan saja. Bukan tanpa alasan, sebab United masih punya Cantona, Andy Cole, dan Brian McClair, di lini depan saat itu.
ADVERTISEMENT
Di luar dugaan, Solskjaer langsung mencuat di musim perdananya karena sukses mencetak 18 gol di Premier League dalam 33 laga. Tentu saja moncernya Solskjaer tak bisa dilepaskan dari kejelian Ferguson. Bukan cuma tentang bagaimana mendongkrak performa pemain anyar saja yang jadi kelebihan Ferguson, tetapi juga kemampuannya dalam menjaga hati para personelnya.
"Dia telah menjadi mentor saya. Sejak cedera saya pada tahun 2003, saya membuat semua catatan apa yang dia lakukan dalam situasi tertentu."
Memang kualitas kepelatihan Solskjaer belum terbukti ampuh. Cuma sepasang titel bersama Molde di Liga Norwegia yang berhasil diraihnya. Sementara tugasnya bersama Cardiff City jauh dari kata beres setelah klub asal Wales itu terdegradasi dari Premier League 2013/14 dan memulai musim 2014/15 di divisi Championship dengan buruk.
ADVERTISEMENT
Namun, bukan pelatih dengan catatan gelar mentereng yang dibutuhkan United saat ini. Mereka lebih butuh nakhoda yang bisa merangkul, memberikan kepercayaan, dan juga bisa memaksimalkan skuat yang ada. Hal itulah yang tak dipunyai Mourinho.
Ole Gunnar Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer, si 'Babyface Assassin'. (Foto: ANDREW YATES / AFP)
"Pekerjaan saya adalah membantu para pemain dan membuat mereka menangkap peluang. Mereka semua ingin menjadi bagian dari Man United. Saya akan berada di sini untuk membantu mereka."
Ini tergantung pada manajemen manusia, saya memiliki manajer terbaik sebagai pemain dan pelatih untuk belajar bagaimana dia berhubungan dengan orang. Ini tentang komunikasi--saya akan duduk dengan para pemain yang tidak bermain, dan saya (mengatakan) apa yang saya harapkan dari mereka," kata Solskjaer.
Nyaris tak masuk akal melihat United rutin kesulitan memetik kemenangan di tiap pertandingan dengan komposisi pemain mewah di dalamnya. Paul Pogba, Alexis Sanchez, Romelu Lukaku adalah deretan pemain yang telah membuktikan kredibilitasnya di klub mereka sebelumnyaa.
ADVERTISEMENT
Yap, manajemen. Aspek itu yang menjadi masalah laten United sejak runtuhnya era Ferguson. Itulah mengapa United kemudian menggandeng Solskjaer yang notabene merupakan mantan pemain dan juga pelatih tim cadangan mereka.
Menariknya, Cardiff, klub yang pernah dibesutnya, yang nantinya akan jadi lawan di laga perdana Solskjaer. Di atas kertas, United bakal lebih diunggulkan karena belum pernah kalah sepanjang dua pertemuan di Premier League, sekali menang dan satu laga sisaanya berakhir imbang.
Namun, bukan berarti The Bluebirds bakal mudah ditumbangkan. Pasalnya, motivasi pasukan Neil Warnock itu makin menjadi saat mentas di Cardiff City Stadium. Buktinya, mereka berhasil selalu memenangi tiga laga kandang terakhir mereka di kontes Premier League.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan