kumparan
20 Mei 2019 5:38

Spalletti: Lawan Empoli Akan Jadi Laga Hidup Mati bagi Inter

Spalletti saat memberikan instruksi di laga Napoli vs Inter. Foto: REUTERS/Ciro De Luca
Inter Milan gagal menyegel tiket ke Liga Champions musim depan lebih cepat. Dalam laga pekan 37 Serie A musim 2018/19, mereka meraih hasil yang sangat mengecewakan.
ADVERTISEMENT
Menghadapi Napoli di San Paolo, Senin (20/9/2019) dini hari WIB, Inter menelan kekalahan dengan skor yang mencolok, yaitu 1-4. Piotr Zielinski, Dries Mertens, dan Fabian Ruiz (dua gol) jadi pemain-pemain yang sukses hadirkan petaka bagi Inter di pertandingan ini.
Kekalahan ini bikin Inter lengser dari posisi tiga klasemen sementara. Tempat mereka sekarang diisi Atalanta, yang dalam pertandingan lain berhasil menahan Juventus di Allianz Stadium. Kekalahan ini juga membuat Inter harus kerja keras di laga pamungkas Serie A nanti menghadapi Empoli.
Tapi, menghadapi Empoli bukanlah pekerjaan mudah. Saat ini mereka sedang berjuang untuk lepas dari jerat degradasi. Pada laga pekan 37 ini saja, mereka sukses menggulung Torino. Pelatih Inter, Luciano Spalletti, sudah mewanti-wanti para pemainnya agar waspada di laga tersebut.
ADVERTISEMENT
"Empoli akan datang ke kandang kami, belum lagi Milan juga pasti akan mengejar kemenangan di laga lawan SPAL, artinya kami harus berjuang sendiri. Takdir kami masih berada di tangan kami sendiri," ujar Spalletti kepada Sky Sports, dilansir Football Italia.
Penyerang Napoli, Arkadusz Milik, dijaga oleh para pemain belakang Inter Milan. Foto: Reuters/Ciro De Luca
"Kalah dari Napoli adalah sesuatu yang mungkin terjadi. Hal ini membuat laga lawan Empoli nanti layaknya laga hidup mati bagi kami. Di situ, kami tak boleh melakukan kesalahan lagi," tambahnya.
Sebenarnya, dalam pertandingan ini Inter sempat memberikan perlawanan. Malah, persentase penguasaan bola mereka sedikit lebih unggul dibandingkan Partenopei (55% berbanding 45%). Tapi, kurang klinisnya Inter dalam menyelesaikan peluang membuat mereka kesulitan mencetak gol.
Inter tak kuasa menghadapi permainan efektif Napoli. Total tembakan yang Inter lepas (9) berselisih tiga angka dari total tembakan yang dilepas Napoli (14). Selain itu, Spalletti juga mengungkapkan alasan-alasan lain yang membuat timnya kalah di laga ini.
ADVERTISEMENT
"Kami memulai laga dengan baik, tapi kami melakukan beberapa kesalahan teknis, salah satunya berujung gol. Setelah momen itu, kami tidak bisa mengalirkan bola dengan baik. Kami tak bisa menemukan celah, ditambah lagi mereka (Napoli) menekan kami. Kami bermain buruk," ujar Spalletti.
"Malam ini, saya coba melakukan sesuatu yang berbeda dengan memasang dua penyerang. Namun, mereka juga menerapkan hal yang sama. Napoli mampu mengoper bola dengan baik, sekaligus membuat kami harus berlari lebih ekstra. Keseimbangan tim kami belum sebagus mereka. Celah pun tercipta di tim kami," tambahnya.
Dengan posisi Inter yang tengah berada dalam kejaran Roma dan Milan, ditambah mereka juga harus bersaing dengan Atalanta, situasi tentu semakin sulit bagi mereka. Meski begitu, Spalletti tetap berusaha menenangkan anak asuhnya.
ADVERTISEMENT
"Saya sudah berada di situasi macam ini sebelumnya. Kami harus tetap menjaga fokus kami, berpikir jernih, dan mengevaluasi kesalahan dengan benar. malam ini kami bermain buruk, para pemain saya kecewa, dan mereka juga paham bahwa mereka bermain buruk," ujar Spalletti.
"Ya, di laga nanti (lawan Empoli) kami harus menunjukkan karakter dan kualitas yang kami miliki. Kualitas yang menunjukkan bahwa kami layak untuk kembali bermain di ajang Liga Champions," lanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan