Kumparan Logo
Steve Bruce
Pelatih anyar Newcastle United, Steve Bruce.

Steve Bruce Mengaku Tak Tahu Apa-apa soal Takeover Newcastle

kumparanBOLAverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siluet patung Alan Shearer di markas Newcastle United. Foto: Reuters/Lee Smith
zoom-in-whitePerbesar
Siluet patung Alan Shearer di markas Newcastle United. Foto: Reuters/Lee Smith

Masa depan Steve Bruce sudah kerap dispekulasikan terkait rencana takeover Newcastle United oleh Saudi Public Fund Investment (PIF). Akan tetapi, pria 59 tahun itu justru mengaku tidak tahu apa-apa tentangnya.

Sejak April, kabar pengambilalihan Newcastle menyeruak ke permukaan. Kabarnya, PIF yang dibekingi Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MbS), telah menyiapkan dana 300 juta poundsterling untuk membeli klub dari tangan Mike Ashley.

MbS, lewat PIF, nantinya akan mengontrol 80 persen kepemilikan Newcastle. Sementara, 20 persen sisanya akan dikendalikan Amanda Staveley lewat PCP Capital Partners. Staveley sendiri disebut sebagai sosok yang akan memimpin operasi sehari-hari Newcastle.

embed from external kumparan

Dari situ, berkembanglah rumor mengenai masa depan Bruce. Eks kapten Manchester United itu dinilai tidak mampu merepresentasikan ambisi yang ada di balik upaya takeover tadi. Nama pelatih yang lebih beken, mulai dari Jorge Jesus, Massimiliano Allegri, sampai Mauricio Pochettino, pun diembuskan.

Akan tetapi, Bruce rupanya sama sekali tidak tahu menahu soal proses pengambilalihan Newcastle tersebut. Setidaknya, begitulah pengakuannya kepada Sky Sports.

"Aku punya hubungan kerja yang sangat baik dengan (Direktur Utama Newcastle) Lee Charnley dan dia bilang, 'Kalau ada sesuatu yang perlu kau ketahui, Steve, aku akan memberitahukannya'," ucap Bruce.

"Pengetahuanku cuma sampai di situ dan terus bekerja sesuai kewajibanku. Seperti halnya kebanyakan orang, aku tidak tahu apa-apa dan aku senang karena aku tidak bisa memberi komentar apa pun soal itu," sambungnya.

Pelatih Newcastle United, Steve Bruce. Foto: Dok. Newcastle United.

Meski begitu, Bruce yang direkrut Ashley pada Juli 2019 untuk menggantikan Rafael Benitez itu mengungkapkan keinginannya untuk bertahan apabila rezim kepemilikan Newcastle benar-benar berganti nanti.

"Memiliki kemampuan untuk bersaing dan memiliki tim sebagus Newcastle pada 1995 dan pada era Sir Bobby Robson tentunya bakal menyenangkan. Tentu saja aku ingin menjadi bagian dari itu," ucap pria 59 tahun tersebut.

"Apa pun situasinya, entah kamu melatih di divisi bawah atau di level teratas, yang terpenting adalah mengeluarkan kemampuan terbaik dari tim yang kamu miliki. Aku percaya aku bisa melakukan itu," tutup Bruce.

Ketika Premier League dihentikan akibat pandemi virus corona, Newcastle United berada di posisi ke-13. Dari 29 partai, The Magpies mengemas 9 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 12 kekalahan.

-----

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 jersi original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure