Sumardji: Thailand Layak Dihukum Lebih Berat karena Mulai Pertikaian
·waktu baca 2 menit

Pertandingan final sepak bola SEA Games 2023 antara Indonesia vs Thailand berbuntut panjang. Hal itu menyusul keributan yang terjadi beberapa kali di pinggir lapangan.
Timnas U-22 berhasil membawa pulang medali emas usai mengandaskan Thailand U-22 dengan skor 5-2 pada Selasa (16/5) lalu. Akan tetapi, adu jotos terjadi di antara kedua tim hingga akhirnya Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bakal menginvestigasinya.
Manajer Timnas U-22, Sumardji, menilai Thailand layak diberikan hukuman lebih berat karena menjadi pihaknya yang memulai provokasi tersebut. Pria berpangkat Kombes Pol ini juga menjadi salah satu korban pemukulan ofisial Thailand.
"Saya kira kalau mau ada investigasi atau penyelidikan terkait insiden pertama, kami tidak bisa disalahin karena mereka kan datang ke tempat kami. Kalau insiden kedua, itu memang Tegar (ofisial Timnas U-22) datang, tapi belum sampai depan bench, sudah ditarik dan dipukuli," ujar Sumardji kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/5) malam.
"Naluri saya sebagai seorang polisi, kalau ada orang dipukuli, ya, harus nolong. Kalau investigasinya melihat rekaman secara utuh, pasti akan ketahuan siapa yang salah dan tidak," lanjutnya.
"Saya tidak membela PSSI, tapi bisa dilihat secara utuh kejadiannya seperti apa. Saya rasa, kalau mau ada sanksi, yang lebih berat sana [Thailand] karena yang memulai itu pihak sana. Kita hanya defend dan tidak melakukan apa-apa. Kalau bicara salah-benar, nanti bisa dilihat seperti apa," tandasnya.
Saat ini, Timnas U-22 sudah berada di Indonesia. Para pemain dan ofisial bersama pengurus PSSI tengah melakukan arak-arakan di Jakarta pada Jumat (19/5). Keesokan harinya, para pemain akan kembali ke klub masing-masing.
