Bola & Sports
·
21 Maret 2020 22:34

Supardi Enggan Kehilangan Ritme di Tengah Jeda Liga 1 karena Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Supardi Enggan Kehilangan Ritme di Tengah Jeda Liga 1 karena Corona (21240)
Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir (kiri), berebut bola dengan pemain Persela Lamongan, Rafael Oliviera (kanan). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bek kanan Persib Bandung, Supardi, menyatakan bahwa dirinya tak mau kehilangan ritme di tengah penundaan Liga 1 2020. Penundaan ini sendiri diambil sebagai tindak pencegahan virus corona yang kian meningkat di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Sabtu (21/3/2020) sore, hingga kini sudah ada 450 kasus corona di Indonesia. Di antara jumlah itu baru 20 yang sembuh, sedangkan 38 orang meninggal dunia.
"Pelatih punya program biar momen ini terjaga terus. Ada uji coba juga, ya. Jadi sangat membantu karena menjaga ritme itu. Itu pelatih lebih tahu sebenarnya kiat-kiat bagaimana menjaga ritme pemain," ujar Supardi, dilansir laman Liga Indonesia.
Pada dasarnya menjaga ritme memang menjadi target Persib selama penundaan liga. Hal itulah yang membuat mereka tetap menggelar sesi latihan meski kini corona terus mewabah.
Supardi Enggan Kehilangan Ritme di Tengah Jeda Liga 1 karena Corona (21241)
Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir berebut bola dengan pemain Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Bali. Foto: Dok. Media Persija
Ritme yang dimaksud sendiri adalah usaha untuk mempertahankan performa. Persib saat ini tengah dalam tren positif karena selalu menang pada tiga laga yang dilakoni. Posisi puncak Liga 1 pun mereka duduki.
ADVERTISEMENT
"Sebenarnya tidak efektif ketika tim lagi meningkat performanya harus jeda. Kami harus cari momen itu lagi, sedikit butuh waktu lagi. Kalau kemarin kompetisi jalan terus, kami tinggal maintenance. Tapi sekarang harus adaptasi lagi," kata Supardi.
Walau begitu, Supardi tak abai terhadap pandemi tersebut. Dia pun menyatakan dukungannya terhadapa keputusan pemerintah dan otoritas terkait. Karena, biar bagaimana, keselamatan lebih penting ketimbang hal lain.
"Ini kebijakan pemerintah, tentunya banyak kebaikan dari situ, untuk khalayak umum khususnya untuk pemain. Harap dimaklumi dan ini untuk kebaikan semua. Memang ini permasalahan yang serius dan tidak bisa dianggap remeh," papar Supardi.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
ADVERTISEMENT