Kumparan Logo

Suporter Persita Ogah Patuhi Larangan Away Sebelum Ada Bukti Surat FIFA

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suporter Persita. Foto: Dok. North Legion
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Persita. Foto: Dok. North Legion

Pendiri North Legion Persita Tangerang, Muhammad Olga, menegaskan pihaknya tidak akan mengikuti larangan away yang diberlakukan PSSI. Ia menyebut sejumlah pengalaman di stadion membuktikan kehadiran suporter tandang tidak menimbulkan masalah.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda terhadap klub yang tidak bisa mengantisipasi kehadiran suporter tamu saat gelaran pertandingan Super League 2025/2026 pekan perdana. Salah satu klub yang dijatuhi denda adalah Persija Jakarta dan Persita Tangerang.

Namun, Olga menilai keputusan Komdis PSSI untuk melarang kehadiran suporter tandang tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menegaskan pihaknya tidak akan mematuhi aturan tersebut karena merasa kehadiran suporter away bukanlah masalah.

Olga mencontohkan pengalaman ketika Persita menghadapi Persebaya Surabaya. Menurutnya, suasana di tribun berjalan kondusif tanpa insiden. Hal yang sama juga terjadi saat Persita bertandang ke markas Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS). Dalam laga tersebut, Jakmania bahkan memperbolehkan North Legion menggunakan atribut Persita.

Pesepak bola Persija Jakarta Arlyansyah Abdulmanan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persita Tangerang Evan Tuhuteru (kiri) pada pertandingan BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Minggu (10/8/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

“Kemarin kan damai tuh lawan Persebaya, ini yang ingin kita siratkan kepada PSSI kalau away nggak masalah. Termasuk yang kemarin lawan Persija, kita pakai atribut dan sampai sana Jakmania persilakan kita pakai atribut. Ini adalah bukti away enggak masalah, kita bisa menjaga,” kata Olga kepada kumparan.

Olga menambahkan, penggunaan atribut Persita di laga tandang ke JIS memang dilakukan dengan sengaja. Ia menilai jika PSSI serius ingin membuat pertandingan lebih aman, seharusnya dibuat regulasi khusus bagi klub dalam menyiapkan area untuk suporter tamu.

“Sengaja, memang sengaja. Kalau memang PSSI mau melarang ataupun mau membuat suasana away suporter lebih aman, PSSI harus membuat regulasi kepada setiap klub untuk penjagaan atau protap untuk suporter tamu,” kata Olga.