Kumparan Logo

Target Tinggi PSSI: Wasit Indonesia Pimpin Piala Dunia 2030

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kegiatan C1 Referee Refreshment Course di Bogor pada 3 November 2024. Foto: PSSI.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan C1 Referee Refreshment Course di Bogor pada 3 November 2024. Foto: PSSI.

PSSI menggelar kegiatan C1 Referee Refreshment Course di Bogor pada 3 November lalu. Dalam kesempatan itu, Waketum PSSI, Ratu Tisha, menuturkan targetnya untuk wasit Indonesia memimpin pertandingan Piala Dunia 2030.

Tisha mengatakan hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Ia dan PSSI ingin terus melakukan peningkatan atas kinerja wasit-wasit Indonesia.

''Bukan tidak mungkin, 10 tahun ke depan, kita bisa mengidentifikasi talenta dan melanjutkan pembinaan dengan metode berkelanjutan yang sudah dirancang PSSI,'' kata Tisha.

“Kami melihat karier wasit pada umumnya mencapai puncak di usia 40 hingga 42 tahun, sehingga dengan persiapan sejak muda, mereka akan memiliki kematangan, pengalaman, dan kondisi fisik prima saat mencapai usia tersebut,” lanjutnya.

Ketum PSSI, Erick Thohir, bersama Waketum PSSI, Ratu Tisha; dan Menpora RI, Dito Ariotedjo menyaksikan langsung laga Timnas U-23 Indonesia vs Yordania U-23 matchday ketiga Grup A Piala Asia U-23 2024 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Qatar (21/4/2024) Foto: Dok PSSI

Rangkaian kegiatan ini melibatkan Fariq Hitaba sebagai instruktur teknik. Fariq adalah salah satu wasit kenyang pengalaman di Indonesia. Adapun pelatihan yang dilakukan meliputi pembahasan Laws of the Game (LOTG), Video Assistant Referee (VAR), praktik lapangan, insiden offside, serta manajemen permainan.

Fariq Hitaba, instruktur teknik dalam program ini, menambahkan bahwa C1 Referee Refreshment Course kali ini mencakup beragam pelatihan, termasuk pembahasan Laws of the Game (LOTG), Video Assistant Referee (VAR), praktik lapangan, insiden offside, serta manajemen permainan.

''Sejak tahun lalu, kami sudah memulai program ini dengan target jelas, membangun fondasi bagi wasit Indonesia yang berpotensi memimpin di panggung dunia,'' ucap Ratu Tisha.