kumparan
26 Nov 2018 6:32 WIB

Tekad Kuat Eriksson di Balik Keberhasilan Filipina Tembus Semifinal

Pelatih Timnas Filipina Sven Goran Eriksson (tengah). (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Timnas Filipina hanya berhasil membawa pulang satu angka dari Stadion Utama Gelora Bung Karno. Bermain melawan Indonesia, Minggu (25/11/2018) malam WIB, Filipina harus puas dengan hasil imbang 0-0. Meski demikian, pelatih The Azkals, Sven-Goeran Eriksson, tidak memusingkan hal itu.
ADVERTISEMENT
"Hasil imbang bukan masalah. Toh, kami akhirnya lolos ke semifinal. Semua senang. Indonesia main bagus, Filipina juga banyak menciptakan peluang, Tidak ada masalah. Pertandingan melawan Indonesia tadi pertandingan yang bagus," kata Eriksson dalam konferensi pers pascalaga.
Menurut Eriksson, apa yang dicapai Timnas Filipina pada turnamen kali ini sudah membuatnya puas. Sekarang, fokus mereka pun telah diarahkan pada laga semifinal kontra Vietnam.
Timnas Indonesia dan Timnas Filipina bersalaman sebelum pertandingan dimulai. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
"Saya suka tim saya, banyak pemain bagus di tim. Mereka main pakai hati dan selalu bertarung di lapangan. Empat kali main, kami menang dua kali dan imbang dua kali. Sebelum lawan Vietnam nanti, anak-anak butuh istirahat," tutur mantan pelatih Lazio itu.
Pada pertandingan melawan Indonesia, kapten sekaligus pemain andalan Filipina, Phil Younghusband, harus ditarik keluar pada babak pertama. Mantan pemain akademi Chelsea itu mengalami cedera di bagian kepala.
ADVERTISEMENT
"Secara taktik dan moral, Phil pemain penting. Namun, saya tak bisa pastikan kapan dia akan bermain lagi," ujarnya singkat.
Sementara itu, menurut hemat Eriksson, Indonesia sudah bermain bagus pada pertandingan tadi. Sosok asal Swedia ini pun berkata bahwa 'Garuda' punya masa depan cerah.
Pelatih Timnas Filipina Sven Goran Eriksson (dua kanan). (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
"Indonesia main sangat bagus, termasuk kiper (Andritany Ardhiyasa). Saya tidak tahu berapa usia tepatnya tetapi saya tahu mereka pemain-pemain muda. Indonesia bermain bagus seperti halnya Thailand saat bermain melawan kami," puji Eriksson.
Baik Eriksson maupun pelatih Indonesia, Bima Sakti, ditunjuk tak lama sebelum Piala AFF 2018 digelar. Namun, capaian keduanya berbeda. Eriksson mengantarkan Filipina ke semifinal, sementara Bima harus menemui kegagalan. Bagi Eriksson, rahasia keberhasilannya cuma satu: tekad.
ADVERTISEMENT
"Setiap pelatih punya keinginan untuk menang dan saya punya keinginan untuk menang yang besar. Tetapi, saya rasa pelatih sebelum saya sudah melakukan pekerjaan yang bagus. Pelatih mana pun akan sukses jika pemainnya bagus. Di tim saya banyak pemain berbakat, karena itulah kami bisa ke semifinal," tutup Eriksson.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan