Tekuk Persib, PSM Kokoh di Puncak Klasemen

Pekan ke-27 Liga 1 dilalui PSM Makassar dengan sempurna. Meski kedatangan tim kuat, Persib Bandung, di Stadion Andi Matalatta, Rabu (24/10/2018), 'Juku Eja' memetik tripoin usai menang tipis 1-0.
Satu-satunya gol dalam laga ini dilesakkan oleh Guy Junior pada menit ke-81. Atas hasil ini, PSM kokoh di puncak klasemen berbekal 50 poin. Sedangkan, 'Maung Bandung' tertahan di posisi kedua dengan koleksi 45 angka. Kekalahan ini menambah panjang catatan tak pernah menang Persib dalam empat laga teraktual.
Turun arena dengan pola 4-3-3, pelatih PSM, Robert Rene Alberts, memasang trisula Guy Junior, M. Rahmat, dan Alessandro Ferreira Leonardo, di depan. Sebagai pemain ketiga striker itu, Wiljan Pluim, Marc Anthony Klok, dan Rizky Pellu, mendapat kepercayaan dari Alberts.
Di kubu Persib, pelatih Roberto Carlos Mario Gomez bisa menurunkan dua pilar, Patrich Wanggai dan Jonathan Bauman, pasca hukuman larangan bermain dari Komisi Disiplin PSSI habis. Gomez langsung menduetkan Wanggai dan Bauman dalam balutan 4-4-2.
Bermodalkan komposisi mewah, PSM menyengat sejak awal laga. Itu terlihat dari tekanan intens yang dilancarkan PSM melalui jalur kanan, kiri, dan tengah. Sejumlah situasi menguntungkan pun didapatkan PSM, tetapi barisan bertahan Persib begitu cekatan meredam gempuran lawan.
Kans pertama PSM tercipta saat laga berusia 16 menit. Bola hasil umpan panjang dari belakang mendarat di kaki Junior. Eks pemain Bhayangkar FC itu menggiring bola sampai kotak, melakukan gerakan menipu, dan melepaskan tembakan. Namun, kiper M. Natshir mampu menepis bola.
Persib merespons tekanan PSM dengan menerapkan permainan agresif. Kedua sayap mereka, Febri Hariyadi dan Ghozali Siregar, kerap melakukan penetrasi guna meneror gawang PSM. Sayangnya, pengambilan keputusan yang salah atau telah membuat tekanan Febri dan Ghozali berujung kegagalan.
Menginjak masa injury time, jual beli serangan intens terjadi. Persib nyaris membuka keunggulan manakala sepakan Wanggai dari luar kotak tak membentur mistar gawang. Tak berselang lama, giliran PSM yang menebar ancaman.
Prosesnya bermula dari umpan panjang dari tengah lapangan. Bola mendarat di kaki Pluim. Pemain asal Belanda itu mengirim umpan silang. Bola yang melayang disambut Leonardo dengan sontekan. Natshir sebenarnya sudah terkecoh, tetapi bek Persib dapat mengalau bola yang melayang ke gawang kosong. Skor 0-0 bertahan.
Selepas jeda, daya ledak Persib membesar. Babak kedua belum genap berjalan tiga menit, Persib nyaris membuka keunggulan. Kali ini, Bauman yang jadi protagonis. Pemilik nomor kostum 99 ini mampu melewati bek PSM dan melepaskan tembakan mendatar, tetapi bola menggelinding di samping mistar.
Selang lima menit, giliran Pluim yang mengancam gawang Persib. Pemain bernomor punggung 80 itu merangsek ke dalam kotak dan melakukan tendangan. Akan tetapi, bola yang melaju kencang berhasil ditepis Natshir.
Jual beli serangan intens kembali terjadi. Pada menit ke-58, Wanggai mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Namun, dua kali tembakan eks pemain Sriwijaya FC itu bisa diblok bek PSM. Padahal, kiper Ricky Mokodompit sudah out of position.
PSM berhasil membuka keunggulan saat laga berumur 81 menit. Umpan tarik Rahmat mampu dituntaskan oleh Junior dengan tembakan keras. Bola yang menggelinding kencang ke pojok kanan bawah gawang gagal diantisipasi Natshir.
Persib merespons gol tersebut dengan meningkatkan agresivitas serangan. Namun, pada menit ke-88, Bauman diganjar kartu kuning kedua usai melakukan pelanggaran. Keluarnya striker asal Argentina itu menyusutkan daya ledak Persib. Skor 1-0 untuk kemenangan PSM pun bertahan sampai peluit panjang ditiupkan.
