Tentang 66 Gol dari Trio Mane-Salah-Firmino

Ketika Philippe Coutinho pindah ke Barcelona dengan mahar 142 juta poundsterling pada Januari lalu, tak sedikit pertanyaan yang muncul kepada pihak Liverpool.
Pasalnya, reputasi Coutinho sebagai pemain kreatif tak diragukan lagi. Eks pemain Internazionale Milano itu piawai dalam melakukan operan pendek, operan panjang, hingga umpan lambung. Selain itu, dia juga pandai melakukan aksi dribel dan punya tendangan jarak jauh mematikan.
Sehingga, tak sedikit pihak yang memprediksi bahwa Liverpool akan suram setelah ditinggal Coutinho. Terutama, setelah mengetahui bahwa ‘Si Merah’ tak membeli pengganti Coutinho di bursa transfer Januari.
Namun, kita tahu bahwa prediksi ini meleset. Ketika menghadapi West Ham United di Anfield, Sabtu (24/2/2018) lalu, kita kembali disuguhkan dengan serangan demi serangan yang dilancarkan Liverpool dengan begitu cair.
Di akhir laga, Liverpool berhasil mencetak empat gol, sementara The Hammers hanya bisa membalasnya dengan satu gol saja.
Empat gol itu membuat Liverpool kini telah membukukan 103 gol musim ini. Satu-satunya tim di Premier League yang bisa melampaui mereka adalah Manchester City (114).
Di balik begitu cairnya lini serang Liverpool ini, ada bintang-bintang seperti Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane yang berkilau paling terang. Dari 103 gol yang berhasil diciptakan Liverpool, 66-nya berkat dari trio ini. Salah mencetak 31 gol, Firmino 22, dan Mane 13.
Kecemerlangan ketiganya, tentu saja, tak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa baik Salah, Firmino, ataupun Mane dahulunya pernah mengemban peran ‘nomor 10’.
Salah pernah diposisikan di belakang striker ketika dipinjamkan ke Fiorentina dari Chelsea pada paruh musim 2014/2015. Ketika di Jerman, Firmino terkenal sebagai pemain yang mampu mengemban peran ‘nomor 10’ secara paripurna. Sementara kreativitas Mane sudah terkenal pada masa-masanya di Southampton.

Karena pernah bermain dengan peran ‘nomor 10’, pola pikir mereka juga terbentuk. Paling mudahnya, Anda bisa melihat bagaimana ketiganya selalu memikirkan tentang bagaimana membuka ruang agar timnya punya kans untuk mencetak gol.
Ketika Liverpool bermain, sangat biasa jika kita menyaksikan Firmino dari tengah bermain melebar sayap demi mengecoh pertahanan lawan. Ketika bek lawan fokus dengan Firmino, Salah bisa melakukan melakukan cut-inside.

Di luar itu, Firmino yang memaksa bek-bek lawan fokus kepada dirinya agar Salah bisa memberikan operan panjang yang bisa dikonversikan oleh Mane menjadi gol.
Yang menarik, tentu saja, jumlah gol ketiganya masih mungkin bertambah. Masih ada waktu sampai bulan Mei untuk melihat sederet gol dipersembahkan trio ini.
